Crash
1930
Black
Thursday
24
Oktober 1929,di New York yang mulai dingin oleh musim gugur.Di Wall Street,sudut
kecil yang jadi pusat keuangan Amerika Serikat,sesuatu hal luar bisa terjadi.
Orang
ramai-ramai jual saham secara serempak.Suara gaduh di gedung bursa yang berumur
sekitar 100 tahun itu memekakkan telinga.
Harga
saham jatuh deras.Semuanya!Orang kemudian menamakannya Kamis Hitam/Black
Thursday.
Orang
mulai cemas.Kapitalisme runtuh?Polisi dipanggil,orang takut kalau para pialang
dan para banker mengamuk.Pada suatu saat,tampak seseorang naik ke sebuah
jendela di tingkat tinggi.Orang ramai menunggu ia meloncat bunuh
diri.Ternyata,dia seorang yang akan membetulkan jendela.
Yang
tampaknya tak bisa dibetulkan adalah guncangnya keyakinan kepada keadaan
ekonomi.
Tangal
28 Oktober 1929 harga saham turun drastis hingga 12,9%.
Terutama
ketika beberapa hari kemudian,29 Oktober 1929,satu gelombang lebih hebat
terjadi lagi.Saham amblas ramai-ramai dilepas.29 Oktober 1929,pusat keuangan
Wall Street lumpuh.Pada pukul 4 sore Selasa itu,16.410 ribu saham
dilempar.Goldman Sachs,sebuah lembaga investasi yang sahamnya semula banyak
dibeli orang,sore itu kehilangan hampir 50 %
(Sumber: Krisis 1930,Krisis 1987, Tempo
31 Oktober 1987)
Di Amerika
Serikat pengangguran langsung meledak dan terus berlangsung di
tahun 1932
Kondisi
sangat parah,bahkan antrian untuk
mendapatkan makanan secara gratis
terjadi di
kantor-kantor pemerintahan di New
York.
Dalam
kasus depresi dunia tahun 1930,upaya penyehatan dilakukan antara lain dengan pembentukan
lembaga asuransi deposito FDIC(Federal Deposit Insurance Corporation) melalui
The Banking Acts 1993 dan 1995,baru dilakukan sekitar setahun setelah
krisis terjadi,alias mengalami time lag cukup lama.
(Sumber:Perekonomian
Semakin Buruk,Kompas 4 Oktober 2008)




No comments:
Post a Comment