Thursday, May 22, 2008

CRASH 1929-BLACK THURSDAY 24 OKTOBER 1929



Crash 1930
Black Thursday
24 Oktober 1929,di New York yang mulai dingin oleh musim gugur.Di Wall Street,sudut kecil yang jadi pusat keuangan Amerika Serikat,sesuatu hal luar bisa terjadi.

Orang ramai-ramai jual saham secara serempak.Suara gaduh di gedung bursa yang berumur sekitar 100 tahun itu memekakkan telinga.

Harga saham jatuh deras.Semuanya!Orang kemudian menamakannya Kamis Hitam/Black Thursday.

Orang mulai cemas.Kapitalisme runtuh?Polisi dipanggil,orang takut kalau para pialang dan para banker mengamuk.Pada suatu saat,tampak seseorang naik ke sebuah jendela di tingkat tinggi.Orang ramai menunggu ia meloncat bunuh diri.Ternyata,dia seorang yang akan membetulkan jendela.
Yang tampaknya tak bisa dibetulkan adalah guncangnya keyakinan kepada keadaan ekonomi.
Tangal 28 Oktober 1929 harga saham turun drastis hingga 12,9%.
Terutama ketika beberapa hari kemudian,29 Oktober 1929,satu gelombang lebih hebat terjadi lagi.Saham amblas ramai-ramai dilepas.29 Oktober 1929,pusat keuangan Wall Street lumpuh.Pada pukul 4 sore Selasa itu,16.410 ribu saham dilempar.Goldman Sachs,sebuah lembaga investasi yang sahamnya semula banyak dibeli orang,sore itu kehilangan hampir 50 %

(Sumber: Krisis 1930,Krisis 1987, Tempo 31 Oktober 1987)
            


Di Amerika Serikat pengangguran langsung meledak dan terus berlangsung di

tahun 1932

Kondisi sangat parah,bahkan  antrian untuk mendapatkan makanan secara gratis

terjadi di kantor-kantor pemerintahan di New York.


Dalam kasus depresi dunia tahun 1930,upaya penyehatan dilakukan antara lain dengan pembentukan lembaga asuransi deposito FDIC(Federal Deposit Insurance Corporation) melalui The Banking Acts 1993 dan 1995,baru dilakukan sekitar setahun setelah krisis terjadi,alias mengalami time lag  cukup lama.
(Sumber:Perekonomian Semakin Buruk,Kompas 4 Oktober 2008)

Bagaimana Indonesia?saat itu masih belum merdeka masih Hindia Belanda.





Read this doc on Scribd: KRISIS 1930

No comments: