Pendahuluan.
Banyak tawaran investasi,baik dari perbankan maupun
perusahaan investasi.Investasi yang dulu ditawarkan dikalangan
terbatas,sekarang keseluruh lapisan masyarakat yang dinilai potensial; bahkan
kalangan mahasiswa. Semua menawarkan dan menjanjikan ke para (calon) investor
cara menguntungkan untuk membiakkan uang.Sering terjadi,banyak (calon) investor
terjun berinvestasi karena lebih tertarik pada hasil yang diiming-imingkan para
marketing perusahaan investasi,tanpa memahami produk investasi yang
dibeli.Bahkan ada yang ber investasi karena ikut arus (ikut-ikutan).
Inilah,yang
sering menimbulkan kesalahpahaman,kekecewaan,sikap emosional, mengambil
keputusan terburu-buru,yang justru berakibat kerugian.Atau bahkan menjadi phobia terhadap dunia investasi,saat menjadi
korban penipuan berkedok investasi.
Di mana ada Resiko,Di
situ ada Untung Besar
Banyak buku-buku tentang investasi dengan
teori-teori investasi cerdas yang dikupas dan diulas tuntas oleh para praktisi
hingga pakar.Namun….
Ada kebutuhan lain.Yaitu,bagaimana warga masyarakat
kebanyakan ataupun (calon) investor memahami (teori-teori) investasi secara
lebih praktis dan mem”bumi” di dunia Pasar Modal Indonesia yang masih masuk
kategori “belia”. Untuk membantu memenuhi kebutuhan ini,saya coba urutkan secara kronologis berita dan kejadian
yang kebetulan saya miliki terkait perkembangan Pasar Modal Dunia dan Pasar
Modal Indonesia di “dunia nyata”.Mudah-mudahan kumpulan berita dan tulisan dari
berbagai media dan pakar ini bisa jadi semacam penyegaran(refresher) yang dapat
dimanfaatkan untuk melengkapi buku tentang teori investasi.Dapat menambah
pemahaman bagi siapa saja yang membutuhkan, apapun latar belakang (calon) investor (Profesional, bisnis, akademisi,mahasiswa,praktisi).Dengan
demikian,akan lahir investor-investor generasi baru yang semakin cerdas,dengan
pemahaman yang lebih lengkap lagi dan jauh dari sikap emosional.Diharapkan pula
Pasar Modal Indonesia akan semakin kokoh,solid dan bergairah serta memberi
kontribusi besar pada pembangunan nasional,seperti tujuan awalnya,yang
ditunjang keterlibatan dan kepercayaan yang lebih besar lagi dari investor lokal .
Dunia Terasa Semakin Rentan Krisis.Belum hapus dari ingatan
masa kelabu Krisis Moneter 1997-1998,hanya selang satu dasawarsa perhatian kita
disedot saat ada pemberitaan ambruknya Perusahaan Investasi terkemuka, Lehman
Brothers dari Amerika Serikat pada 15 September 2008.
Dari
saat dunia awal mengenal istilah Resesi-Depresi tahun 1930,ungkapan bahwa dunia semakin rentan krisis,terasa
relevan.Tenggang waktu terlama adalah 57 tahun yaitu antara tahun
1930-1987.Setelah itu menjadi dasawarsa,10 tahun yaitu saat tahun 1987-1997,dan 11 tahun
antara 1997-2008.Namun demikian yang tidak boleh dilupakan,diluar tenggang
waktu 1997-2008,kondisi rentan krisis terjadi dalam tenggang waktu yang lebih
pendek yaitu tahun tahun 1997- 2001,4 tahun,saat gedung World Trade Centre
hancur;Tahun 2001- 2007,6 tahun,saat krisis akibat subrime mortgage di Amerika
Serikat;Tahun 2007-2008,hanya 1 tahun,yaitu ambruknya perekonomian Amerika
Serikat yang diawali bergugurannya perusahaan investasi keuangan besar hingga
rontoknya Lehman Brothers .
Indikasi
diatas dikuatkan dengan tak lagi hanya kejadian Black Thursday,tapi serial
Black Monday yang sudah sampai ke Black Monday Part III…
Tentunya,di
era Black Berry ini,dimana informasi sudah semakin mudah diperoleh,jangan ada
lagi investor yang menjadi korban akibat
kepanikan yang mendorong sikap emosional dalam mengambil keputusan.
Apa yang dimaksud dengan krisis,Kapan Indonesia
mulai rentan krisis dan Bagaimana mengantisipasi ataupun mengelola krisis,tampaknya
masalah informasi sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi banyak pihak.
Krisis & Peluang.
Krisis,selalu ada gejolak.Tapi, ada pepatah
menyebutkan bahwa,Disetiap Krisis Ada Peluang.Mudah-mudahan melalui berita
kronologis di bab-bab berikut ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam
mengenai makna investasi di Pasar Modal.Dengan demikian,investor semakin
matang,mampu lolos dan lulus dari krisis.Dan dengan Kesabaran yang ditimbulkan karena adanya pemahaman lebih baik,akan
jitu menangkap Peluang.Dengan
demikian portfolio investasinya justru akan memberikan keuntungan berlipat.
Semoga
Bermanfaat.
-------------------------------------------------------
I.Sejarah Crash di World
Trade Centre
Bursa
Konon,pasar
modal sudah ada pada awal tarikh masehi,di sekitar Laut Tengah.VOC,yang di sini
lazim disebut kumpeni,sudah menjual saham di Bursa Modal Amsterdam pada awal
1600-an.Istilah bursa,beurse,muncul
di Belgia pada abad XII.Memungut nama dari keluarga Van der Beurse,di Kota
Bruges,yang menyediakan halaman rumahnya untuk pertemuan antara penjual dan
pembeli.
(Sumber: Komputer di Pasar Banteng
dan Beruang,Tempo 31 Oktober 1987)
1.
Crash 1930
24
Oktober 1929,di New York yang mulai dingin oleh musim gugur.Di Wall Street,sudut
kecil yang jadi pusat keuangan Amerika Serikat,sesuatu hal luar bisa terjadi.
Orang
ramai-ramai jual saham secara serempak.Suara gaduh di gedung bursa yang berumur
sekitar 100 tahun itu memekakkan telinga.
Harga
saham jatuh deras.Semuanya!Orang kemudian menamakannya Kamis Hitam/Black
Thursday.
Orang
mulai cemas.Kapitalisme runtuh?Polisi dipanggil,orang takut kalau para pialang
dan para banker mengamuk.Pada suatu saat,tampak seseorang naik ke sebuah
jendela di tingkat tinggi.Orang ramai menunggu ia meloncat bunuh
diri.Ternyata,dia seorang yang akan membetulkan jendela.
Yang
tampaknya tak bisa dibetulkan adalah guncangnya keyakinan kepada keadaan
ekonomi.
Tangal
28 Oktober 1929 harga saham turun drastis hingga 12,9%.
Terutama
ketika beberapa hari kemudian,29 Oktober 1929,satu gelombang lebih hebat
terjadi lagi.Saham amblas ramai-ramai dilepas.29 Oktober 1929,pusat keuangan
Wall Street lumpuh.Pada pukul 4 sore Selasa itu,16.410 ribu saham
dilempar.Goldman Sachs,sebuah lembaga investasi yang sahamnya semula banyak
dibeli orang,sore itu kehilangan hampir 50 %

(Sumber: Krisis 1930,Krisis 1987, Tempo
31 Oktober 1987)
Di Amerika
Serikat pengangguran langsung meledak dan terus berlangsung di
tahun 1932
Kondisi
sangat parah,bahkan antrian untuk
mendapatkan makanan secara gratis
terjadi di
kantor-kantor pemerintahan di New
York.

Dalam
kasus depresi dunia tahun 1930,upaya penyehatan dilakukan antara lain dengan pembentukan
lembaga asuransi deposito FDIC(Federal Deposit Insurance Corporation) melalui
The Banking Acts 1993 dan 1995,baru dilakukan sekitar setahun setelah
krisis terjadi,alias mengalami time lag cukup lama.
(Sumber:Perekonomian
Semakin Buruk,Kompas 4 Oktober 2008)
Bagaimana Indonesia?saat
itu masih belum merdeka masih Hindia Belanda.
-------------------------
2.
Crash 1987
Black
Monday Part I…
Merosotnya
Saham di Wall Street dimulai sejak 17 Agustus 1987.Indeks Harga saham di Wall
Street mengalami kemerosotan sebagai berikut:
17 Agustus
1987 2.701
18 Agustus
1987 2.655
25 Agustus
1987 2.722
28 Agustus
1987 2.639
31 Agustus
1987 2.663
3
September1987 2.559
9 September
1987 2.549
14 September
1987 2.613
21 September
1987 2.493
23 September
1987 2.586
28 September
1987 2.602
5
Oktober 1987 2.640
6 Oktober
1987 2.549
7 Oktober
1987 2.551
12 Oktober
1987 2.471
13 Oktober
1987 2.508
14 Oktober
1987 2.413
15 Oktober
1987 2.355
16 Oktober
1987 2.247
19 Oktober 1987 1.738
20 Oktober
1987 1.840
21 Oktober
1987 2.024
22 Oktober
1987 1.947
23 Oktober
1987 1.948
Teriakan
“jual…jual…..jual” terdengar bersahut-sahutan dari orang yang bergerombol-gerombol
di depan layar monitor.detik demi detik angka-angka yang cepat sekali berubah
dipelajari dengan seksama.Sesekali terdengar helaan napas berat dan gelisah.

Kepala
keamanan jembatan Brooklyn dan Manhattan,New York,belum mencabut perintah siaga
penuh kepada anak buahnya.Setiap gerak gerik pelintas jembatan East River
–berjalan kaki atau berkendaraan-diawasi secara ketat. Maklumlah,sungai itu
belakangan terasa menggoda penduduk New
York yang dilanda putus asa.

Resesi,Depresi.Dua
kata itu yang paling sering diucapkan orang menyambut rontoknya harga saham
dalam minggu-minggu ini.Sebab begitu Wall Street terserang demam yang lain ikut
meriang.Stock Exchange of London,pasar modal terbesar di Inggris,tanda Fast Market muncul berkali-kali setiap hari didepan papan
elektronik.Artinya,para pialang diharapkan jangan mengandalkan harga-harga yang
muncul,karena papan itu tak sanggup lagi mengikuti kecepatan gejolak harga yang
terjadi.
Di
Singapura,jaringan telepon di Central Business District macet sampai menjelang
sore saking banyaknya orang berbicara.Sementara itu,para pegawai kantor-kantor
pialang terpaksa mengusiri para kliennya yang terus mengerubut.Jam kantor
sampai molor.
Tanggal
19 Oktober 1987 pun kemudian disebut sebagai “Black Monday/Senin Hitam”
Menurut
indeks yang mewakili 30 saham perusahaan terkemuka di Amerika Serikat itu harga
saham rontok 508 point atau 22,6 % dari harga semula.Percentage ini hampir dua
kalinya angka bersejarah,12,9% yang terbetik 28 Oktober 1929.
Dow Jones
Industrial Average Index mengumumkan sebuah berita pembantaian harga
saham.Nyali pedagang dan pemilik saham langsung ciut.
Beberapa
perusahaan jual beli saham langsung “menjual diri”.Salah satu diantaranya adalah AB Tompane & Co.Perusahaan yang
selama ini bermain dengan saham perusahaan-perusahaan raksasa seperti Royal Dutch petroleum,US
Steel,Sterling Drug itu pekan lalu dijual kepada Merryl Lynch Co.Betapapun
tangguhnya perusahaan-perusahaan spesialis semacam Tompane,menurut John
Phelan,Presiden NYSE,tak akan sanggup menghadapi malapetaka tersebut.Dalam
tempo sehari 52 perusahaan spesialis itu menanggung kerugian 750 juta
dollar.Beberapa hari kemudian kerugian mereka mungkin sudah mencapai satu
trilyun dollar.
Situasi
runyam itu memaksa Presiden Ronald Reagan muncul di televisi.Yakin betul
Presiden Amerika Serikat itu berujar,”Jangan panic,ekonomi kita masih membaik”
Tetapi
kepanikan tak bisa dibendung dengan satu kalimat.Pasar-pasar modal,dari
Tokyo,Hongkong,Singapura,London,Paris,Sydney sampai Afrika Selatan meledak.
Bagaimana dengan Pasar
Modal Jakarta?
Jatuh
bangunnya harga saham New York terasa
diseluruh dunia.Terutama oleh Negara-negara yang pasar modalnya berhubungan
langsung atau tidak langsung dengan Amerika.Apalagi dalam lima tahun terakhir terjadi “globalisasi”pasar
saham-mengikuti proses yang terjadi sebelumnya dalam perdagangan mata uang dan
jual beli obligasi pemerintah.
Bertambah
banyaklah dana yang dikelola lembaga-lembaga
seperti yayasan dana pensiun yang dimanfaatkan untuk membeli saham di luar
negeri.Teknologi komunikasi dan Informasi makin mendekatkan jarak dan waktu
antara pasar modal disuatu negeri dan pembeli di negeri lain.Maka bila NYSE
bersin,pasar modal Negara lain mudah terserang flu.
Pasar
modal Indonesia tidak terlalu terpengaruh akibat BlackMonday ,ini karena bursa masih dikelola secara intern,menurut
Barli Halim,ketua Bapepam,pasar modal di Indonesia masih tertutup-belum
diinternasionalisasikan.Transaksi juga tidak melibatkan bank sehingga
likuiditas bankpun tak terpengaruh.Jadi Pasar modal Jakarta masih adem ayem.
Tetapi,sebuah
undang-undang tentang pasar modal sedang disusun,agar bursa itu hiruk
pikuk.Investor asing nantinya boleh terjun.Juga nantinya tidak akan lagi
dikendalikan lagi oleh PT Danareksa.”Pokoknya,kita akan menuju ke pasar modal
ala Wall Street,”kata sebuah sumber Tempo
(Sumber:Wall Street Mengerek Bendera
Hitam,Tempo 31 Oktober 1987)
Komputer di Pasar Banteng dan
Beruang,Tempo 31 Oktober 1987
-------------------------
3.
Crash 1997
Kilas Balik KRISIS 1997
Tanggal
7 Juli 1994 pada saat membuka Konferensi Tahunan Keuangan Pasar Modal Wilayah
Pasifik ke 6 serta Pameran Pasar Modal Indonesia 1994 di Jakarta Convention
Center,Presiden Suharto menyatakan bahwa Pasar Modal akan didorong agar
berkembang lebih cepat.Ini karena kondisi,struktur dan perkembangan ekonomi
Indonesia 25 tahun kedepan yang berbeda dengan kondisi,struktur ekonomi
Indonesia 25 tahun yang lalu.
Hal
lain yang menjadi dasar pemikiran adalah data perdagangan saham di Bursa Efek
Jakarta(BEJ) dari tahun ke tahun menunjukkan gambaran meningkat.Tahun 1990
rata-rata transaksi perhari baru berjumlah Rp. 30 milyar.Tiga tahun kemudian
nilai transaksi per hari naik menjadi Rp. 77,6 milyar yang berarti peningkatan
lebih dari 37 % setahun.Untuk nilai kapitalisasi pasar meningkat 558 persen
dari Rp. 12,4 trilyun pada akhir 1990 menjadi sebesar Rp. 69,3 trilyun pada
akhir tahun 1993.Jumlah perusahaan yang tercatat di bursa juga terus meningkat.
(Sumber:Presiden
Soeharto:Pasar Modal akan Didorong agar Berkembang Lebih Cepat,Kompas 8 Juli
1994)
Krisis 1997
Kamis
23 Oktober 1997 bursa saham Hongkong jatuh akibat gejolak financial Asia
Tenggara.Ini mengguncang pula pasar saham seluruh dunia. Dollar Hongkong
satu-satunya mata uang Asia yang masih dipatok terhadap nilai Dollar
AS.Jatuhnya mata uang Negara-negara tetangga membuat para spekulan berani
bertaruh:Hongkong akan mendevaluasikan dollarnya.Otoritas moneter Hongkong
turun tangan dan menjual Dollar AS untuk menyelamatkan Dollar Hongkong.Selain
itu mereka juga memperketat kredit murah perbankan.Ini memicu melonjaknya suku
bunga.
Bursa
Hang Seng ,harga saham anjlog 1.211,5 pada penutupan perdagangan kamis.
Turun
10,4%.Dan dalam pekan ini saja indeks tercatat merosot 23 persen dipicu
kekhawatiran terhadap kemungkinan bakal terdevaluasinya dollar Hongkong
ditengah tekanan yang semakin luas para spekulan terhadap mata uang-mata uang
Asia.

Spekulan
Mata Uang:Meminjam Dollar Hongkong dan menjualnya untuk ditukarkan dengan Dollar AS
atau mata uang lain dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga lebih
rendah dan diperoleh untung sementara bisa tetap mengembalikan utang awalnya.
Di
Asia sendiri perkembangan yang terjadi di Hongkong masih menunjukkan penurunan
meski kemudian bursa Hongkong diberitakan pulih.
Menjelang
penutupan,Indeks Hang Seng dilaporkan naik secara cepat 441,29 poin atau 4,23
persen ke level 10.867,59 setelah pagi harinya sempat anjlog 199 poin.
Bursa saham mulai dari Eropa hingga New York dan Amerika
Selatan dilaporkan mengalami anjlog.

Indeks
rata-rata saham industri Dow Jones turun tajam 186,88 poin atau 2,32 persen
menjadi 7.847,77 .Nasdaq turun 36,83 poin atau 2,2 persen ke 1.671,25
Indeks
Dow Jones ini turun menyusul komentar Menkeu Robert Rubin yang membantah
kemungkinan dampak jangka panjang dari krisis Asia Tenggara terhadap sector
financial AS,mengingat fundamental perekonomian AS yang kuat.

Di
Eropa kondisinya lebih buruk lagi.Indeks 100 saham FTSE bursa London yang terkait dengan Hongkong-terutama
dengan kuatnya keberadaan perusahaan Inggris di Asia-turun 3,06 persen.
Indeks
CAC Paris juga turun 3,42 persen ,sementara Frankfurt turun 4,66 persen,Zurich
2,45 persen ,Madrid 2,48 persen serta Bussels 2,65 persen atau penurunan tajam
dalam satu setengah tahun terakhir.
Di
Sao Paulo Brasil anjlog 8,15 persen.Meksiko 4,46 persen dan Buenos
Aires,Argentina 4,66 persen.Parafund manager dilaporkan menarik diri dari
saham-saham Amerika Latin untuk bisa menutup kerugian yang mereka alami di
pasar Asia.
.
Di
Jepang indeks Nikkei untuk 225 saham unggulan Tokyo yang turun lebih 3 persen
hari kamis ,jum at pagi turun lagi hingga di bawah level kunci 17.000.Menjelang
tengah hari Nikkei turun 87,81 poin atau 0,51 persen ke level 17.063,74 dan
sempat mencapai 16.863,54 atau titik terendah sejak 14 Agustus 1995.
Eropa:Aksi
jual saham Hongkong mengguncang seluruh Eropa.Suku bunga dibekas koloni Inggris
itu memicu aksi jual panic karena para pedagang kehilangan kepercayaan dan
menarik uangnya dari saham-saham di Hongkong.
Amerika
Serikat:Para pedagang menjual saham perusahaan
perusahaan teknologi,penerbangan dan usaha lain yang terkait dengan Asia.Para
investor seluruh dunia mentransfer dana mereka dari saham-saham di Hongkong ke
obligasi Pemerintah Amerika Serikat(Treasury Bond)yang mengalami pelonjakan
harga.
(Sumber:Bursa Saham Seluruh Dunia
Ikut Anjlog,Kompas 25 Oktober 1997
Harga Saham Berjatuhan ,Kompas 29
Oktober 1997)
Guncangan
moneter yang dimulai di Asia Tenggara=ASEAN ini ditenggarai oleh PM Malaysia
,Mahathir Mohamad dalam pernyataanya di Kuala Lumpur tanggal 21/7 97(kompas
23/7/97) disebabkan adanya Kelompok Keuangan International yang menentang
masuknya Myanmar dalam ASEAN.Guncangan yang merembet ke mata uang negara
–negara Asia Pasifik melejitkan nama George Soros pria berdarah Yahudi
kelahiran Budapest,Hongaria,sebagai sosok utama dan tokoh spekulan
internasional yang ada dibalik badai mega spekulan yang terjadi pada mata
uang negara-negara ASEAN.

(Sumber:Kelompok Keuangan International dibelakang Turunnya Mata Uang
ASEAN,Kompas 23-7-1997)
Indonesia:
IHSG:
22-7-1997
IHSG ditutup pada level 712,402 poin
anjlog 11,598 poin(1,6 %)
Dibanding indeks penutupan
pekan sebelumnya yaitu 724,000 poin
(Sumber: Pasar Saham
Terseret Pasar Uang demikian judul Kompas22-7-1997). .
15-12-1997 IHSG ditutup
pada level 339,536 poin anjlog 26,317 poin (7,19%),terendah sejak tahun 1989
(Sumber
:Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)
Rupiah:

30
Juni 1997 Kurs 1 US $ = Rp.
2.431
14 Agustus 1997 Pemerintah menetapkan kebijakan moneter:
FLOATING RATE-FLEXIBLE RATE .
1 US$ terhadap Rph dibiarkan
Fleksible ditentukan sendiri oleh kekuatan pasar.BI melihat frekwensi
intervensi yang semakin meningkat akhirnya BI melepas kurs intervensi.
(Sumber :Kurs Rupiah
Fleksibel,Kompas 15-8-1997)
06 Oktober 1997 Kurs 1 US$ = Rp. 3.785
(Sumber :Dollar AS
Dekati Rp. 4.000,Kompas 7-10-1997)
1-11-1997 IMF
mengumumkan Paket Bantuan 23 Milyard Dollar untuk stabilkan system keuangan Indonesia
(Sumber
:Bantuan Paket IMF 23 Milyar Dollar AS,Kompas 1-11-1997)
Dampak
dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan
Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank.
(Sumber: Pemerintah
Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)

3 November 1997 Kurs 1 US$ = Rp. 3.240 (menguat (9%) dibanding
pembukaan 1 US$=Rp.
3.540-3.555
(Sumber
:Rupiah Menguat,Kompas 4-11-1997)
15
Desember 1997 Kurs 1 US$ = Rp. 5.750,-
(Sumber
:Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)
8
Januari 1998 Kurs 1 US$ = Rp. 10.000,-
(Sumber
:IMF pun Ikut Berbicara,Kompas 9-1-1998)
27
Januari 1998 Kurs 1 US$ = Rp.10.000,-
Kurs Rupiah menguat setelah Senin
26-1-1998 Kurs 1 US$ =
Rp.16.500,- dan Selasa pagi 27/1/1998 sempat dibuka dengan Kurs 1 US$ = Rp. 14.000
(Sumber
:Kurs Rupiah Menguat,Kompas 28-1-1998)
Dampak
dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan
Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank,Bank Beku Operasi(BBO),Bank
Take Over(BTO)diambil alih pemerintah melalui program Rekapitulasi,Merger antar
bank hingga Divestasi(pemerintah menjual bank rekap ke investor baru)
(Sumber: Pemerintah
Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)
2-4-1998
:7 Bank Beku Operasi(BBO),7 Bank masuk Pengawasan
(Sumber: Pembekuan Bank
,Gatra 11 April 1998)
21-8-1998:4 Bank pemerintah
di Merger,3 Bank Beku Operasi,4 Bank Swasta kepemilikannya diambil alih
pemerintah
(Sumber:Empat
Bank pemerintah di Merger,Tiga Bank Swasta Dibekukan,Kompas 22-8-1998)
20-3-1999:38 Bank
Dicabut Ijinnya,7 Bank diambil alih Pemerintah,9 Bank ikut program Repitulasi
(Sumber:Deking
Politik?Tempo 16-22 Maret 1999
Jempol Habibie,Beban Rakyat -Tempo
16-22 Maret 1999
Akhirny,a Gus… -Tempo 16-22 Maret
1999
Siapa Makan Nangka,Siapa Kena
Getah- Tempo 16-22 Maret 1999)
-------------------------
4.
Crash 2001
TRAGEDY 11 SEPTEMBER 2001
Selasa 11 September 2001
08.48
EST(Eastern Standard Time)Pesawat Boeing 767 American Airlines dengan nomor
penebangan 11 jurusan Boston-Los Angeles menabrak salah satu menara World Trade
Center(WTC) New York AS
09.06
EST(Eastern Standard Time)Pesawat Boeing 757 American Airlines dengan nomor
penerbangan 77 dari bandara
Dulles,Washington DC menuju Los Angeles,menabrak menara kedua
WTC(sebelah selatan),menimbulkan ledakan dahsyat dan bola api besar.

10.05 EST
Menara kedua WTC(sebelah selatan) runtuh setelah tejadi ledakan besar.

10.30 EST
Menara pertama WTC(sebelah utara) juga runtuh

Senin 17 September 2001
Perdagangan
saham di Wall Street ,new York,Amerika Serikat dibuka kembali.Seperti telah
diduga,saham-saham langsung berguguran.Hingga pukul 11.43 waktu setempat,indeks
Dow Jones untuk saham-saham industri sudah merosot enam persen.Bergugurannya
indeks saham dipicu aksi jual besar-besaran (heavy
selling) saham oleh para investor yang terpukul karena aksi terror 11
september 2001.
Begitu
dibuka Indek Dow Jones untuk saham unggulan industri turun 153 poin atau
sekitar dua persen menjadi 9.450.
Indeks
Nasdaq yang memuat saham-saham technology pada menit-enit pertama pembukaan
turun 108,35 poin atau 6,39 persen menjadi 1,587,02
Sebelum sesi
pertama selesai pukul 11.43,indeks Dow Jones telah terjungkal hingga 576,66
poin atau enam persen menjadi 9.028,85.Ini angka terendah sejak 22 Maret 2001.
Bahkan sebelumnya
pada pukul 10.20,indeks Dow Jones sempat jatuh dibawah 9.000 hingga berada pada
posisi 8.986,12,sebelum akhirnya menguat tipis menjadi diatas 9.000
Sementara
indeks Nasdaq,turun hingga 88,57 poin atau 5,22 persen menjadi 1.606,80 pada
pukul 11.20.Ini angka terendah sejak Oktober 1998. 

Posisi
terakhir indek Dow Jones- Senin Pekan lalu hari terakhir perdagangan sebelum
serangan teroris terhadap AS dilancarkan- adalah 9.464,70.Sementara posisi
terakhir indeks Nasdaq adalah 1.695,30
Pembukaan
kembali perdagangan di Wall Street-setelah-sepekan ditutup-diawali oleh pidato
singkat Ketua Bursa Saham New York(New York Stock Exchange/NYSE)Richard A
Grasso,beberapa menit sebelum perdagangan dimulai pukul 09.30”kita akan memulai
perdagangan ,dengan mengheningkan cipta untuk orang-orang yang telah menjadi
korban.Dua menit pertama suasana trading
floor di NYSE tempat para floor
trader biasanya disibukkan dengan order jual-beli saham,menjadi sunyi
senyap dan penuh suasana haru.
Di Bursa
Effek Jakarta (BEJ) IHSG kali ini terpengaruh dan IHSG jatuh ke level 407,250 atau anjlog 18.403 poin(4,32
pesen)
(Sumber: Seusai Selasa Hitam,Tempo 23-9-2001)
Harga-harga
Saham di Wall Street
Berguguran;Bursa Seluruh Dunia Rontok,Kompas 18-9-2001)
-------------------------
5. Crash 2007

(Sumber: Bursa Saham Dunia Anjlog,Kompas 22-1-2008)
Selasa,27 Februari 2007
Indeks Dow
Jones jatuh 3,3 % atau 416 poin.
Indeks Dow
Jones turun cukup tajam akibat pernyataan mantan Gubernur Bank Sentral Amerika
Serikat(The Federal Reserve Bank) Alan Greenspan,yang menyadarkan pasar adanya
ancaman perlambatan ekonomi di negara tersebut.
“Greenspan
menyatakan bisa terjadi resesi ekonomi di AS akibat angka inflasi yang semakin
tinggi,serta terjadinya perlambatan ekonomi.Indeks Dow Jones juga turun karena
rata-rata pertumbuhan keuntungan bersih perusahaan terbuka di AS cenderung
stagnan”.
(Sumber;rontoknya bursa regional Cuma
sesaat,kompas 1-3-2007)
Dow
Jones/DJI,pembukaan 12.597,81;penutupan 12.216,96
Diikuti
jatuhnya pasar modal China
.Pemerintah China melihat
banyak dana spekulatif yang masuk pasar saham.Dana-dana spekulatif ini
dikhawatirkan bisa memicu revaluasi terhadap yuan.Hal ini sangat tidak disukai
Pemerintah China,sehingga
memutuskan untuk intervensi pasar.
SSEC (China)
pembukaan 3.047,915;penutupan 2.773,947
SSEC (China)Pembukaan 2.741,803 ;Penutupan 2.881,935
Indeks harga
saham utama China
mengalami pemulihan kembali hampir 4 persen pada hari Rabu 28/2/2007,pulih
lebih dari sepertiga jumlah penurunan hari Selasa 27/2/2007 yang merupakan
kejatuhan paling besar pada dekade ini.
Selanjutnya,penurunan
indeks di bursa China
dan AS memang membawa pengaruh penurunan di bursa Eropa dan Negara Asia
lainnya.
Saham
rata-rata Nikkei merosot 3 %
N225,Pembukaan
12.597,81;Penutupan 12.216,96
N225,Pembukaan
Rabu 28/2/2007 17.843,61 ; Penutupan 17.604,12
FTSE 100 jatuh 116,1 poin atau 1,85%.
Pembukaan
6.414,4 ;Penutupan 6.295,9;
Pembukaan
28/2/2007-Rabu 6.221,8
Sementara
pasar saham Meksiko juga jatuh 4 %.
BURSA
Effek Jakarta
Penurunan
indeks regional inilah yang membuat terjadinya koreksi terhadap IHSG
kemarin.Pada penutupan perdagangan,IHSG turun 23,037 poin atau 1,31 persen pada
level 1.740,971
(Sumber:Rontoknya Bursa Regional Cuma
Sesaat,Kompas 1-3-2007 &
Bursa Saham Dunia Anjlog,Kompas 22-1-2008)

(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
12 Maret 2007
Perusahaan
AS(New Century Mortgage
Corporation) bangkrut
18 Juli 2007
Perusahaan Hedge Fund-Two Bear Stearns Co,bangkrut
3 Agustus 2007
Perusahaan pemberi pinjaman Kredit terbesar perumahan
AS(American Home Mortgage) bangkrut
9 Agustus 2007
Bank Sentral Eropa menyuntik dana 130 miliar dollar AS ke system perbankan untuk meredam
gejolak bursa saham.
Perusahaan
AS – Countrywide Financial
Co,juga membiayai perumahan,kekurangan dana.
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
Senin 22 Oktober 2007
BLACK MONDAY Part II…
Pasar Saham
Berantakan demikian headline di Harian Kompas.
Pasar sham
sedunia kembali mengalami tekanan jual besar-besaran.Semua indeks harga saham
rontok karena pelaku pasar pesimistis terhadap prospek negative ekonomi Amerika
Serikat.
Persoalan
kredit,pasar perumahan masih menyisakan kekhawatiran investor di AS,terutama
setelah keluarnya laporan keuangan emiten yang dinilai mengecewakan oleh para
investor.
Keruntuhan
pasar saham diseluruh dunia merupakan respon terhadap kejatuhan indeks Dow
Jones Industrial Average sampai 2,64 persen,Jum at pekan lalu.
Ketika perdagangan dibuka hari Senis (22-10) waktu
setempat atau Senin malam waktu Jakarta,harga saham di bursa Amerika Serikat
yang dikenal dengan sebutan Wall Street masih turun meski tekanan jual mulai
mereda.
Penrunan
harga minyak dunia ke level 87,55 dollar AS per barrel untuk minyak light sweet
kontrak November tidak berhasil mengangkat pasar.
Indeks Hang
Seng Hongkong kemarin turun 3,7 persen terbesar sejak April 2000
Di pasar
Eropa beberapa indeks acuan seperti FTSE London ditutup turun 1,05 persen.
Wall Street
terus mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan kemarin karena sentiment
negative dalam suasana pelaku pasar memperingati kejatuhan bursa 20 tahun lalu
yang dikenal dengan “Black Monday”( Part
I).
Kondisi
Bursa Saham diberbagai belahan dunia:
Tokyo-Nikkei turun 2,24
(%)
Hongkong
Hang Seng turun 3,70
Sydney-S4P/ASX
200 turun
1,92
Kolombo-semua
saham turun 0,47
Kuala
Lumpur-KLCI turun 1,41
Manila-PSE turun
3,98
Seoul-Kospi turun 3,36
Shanghai-Composite turun
2,59
Singapura-Straits
Times turun
2,81
Taipei indeks
turun 2,61
Vietnam-VN
Indeks turun 1,03
Indonesia-IHSG turun 4,31
Indonesia-Kompas100
turun 4,52
Indonesia-LQ45 turun
4,91
Dana Moneter
International(IMF) pekan lalu menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global
dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen,walaupun pertumbuhan tahun ini tetap seperti
semula,5,2 persen.
Saham
unggulan yang dinilai mengalami penurunan prospek sampai akhir tahun dibuang
investor.”Mereka memburu portfolio lain yang lebih aman,seperti oblogasi
pemerintah AS,karena melihat prospek pertumbuhannya membaik”kata Kazuhiro
Takahashi,kepala Analis Saham Daiwa Securities SMBC.
(Sumber:Pasar Saham Berantakan,Kompas
23-10-2007)
24 Oktober 2007
Merrill
Lynch & Co merugi 23 milyar dollar AS,pertama kali dalam 6 tahun terakhir
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
14 November 2007
HSBC rugi
3,7 milliar dollar AS,kuartal III,2007
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
12 Desember 2007
FED dan
beberapa Bank Santral dunia bertindak untuk mengatasi gejolak pasar uang dengan
menyuntikkan dana.
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
-------------------------
6. Crash 2008
CRASH 2008

(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
15 Januari 2008
Citigroup,bank
terbesar AS,merugi 10 milliar dollar AS di akhir 2007.Kerugian terbesar akibat
jatuhnya sektur perumahan di AS
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
17 Januari 2008
Merryll
Lynch melaporkan kerugian hampir 10 milliar dollar AS juga akibat hancurnya
sector perumahan di AS.
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
18 Januari 2008
Presiden
George W Bush mengumumkan stimulus ekonomi sebesar 140 milliar dollar AS untuk
mendongkrak aktivitas ekonomi AS
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
22 Januari 2008
Indeks
saham diberbagai bursa di seluruh dunia kembali anjlok pada penutupan,Selasa
22/1/2008,akibat kekhawatiran terjadinya resesi global.Para investor pesimis
dengan rencana stimulus baru yang dikeluarkan pemerintah AS untuk mencegah
resesi.
Bursa saham di London,Paris,Madrid dan
Frankfurt mengalami kejatuhan terbesar dalam satu hari sejak serangan teroris
pada 11 September 2001 di New York.
Pada
Penutupan Senin ;
indeks FTSE
100 London turun 5,48 persen menjadi 5.578,20
indeks Paris
CAC 40 turun 6,83 persen menjadi 4.744,15
indeks
Frankfurt DAX merosot 7,54 persen menjadi 6.790,19

Anjloknya
indeks saham di Eropa diikuti merosotnya saham di pasar Amerika Latin.
Bursa
di Sao Paulo,terbesar di kawasan Amerika Latin,ditutup turun 6,0 persen.
Di
Buenos Aires,indeks turun 4,64 persen
Di
Meksiko turun 4,77 persen
Kegugupan
di pasar Eropa dan Amerika Latin dipicu oleh merosotnya indeks di pasar Asia.
Indeks
Nikkei 225 di Tokyo ditutup melemah 3,86 persen,terendah sejak Oktober
2005,menjadi 13.325,94
Indeks
Hongkong Hang Seng juga turun 5,5 persen menjadi 2.818,86
Indeks
Shanghai Composite di China turun 5,1 persen
Dan
India merosot 7,4 persen.
Indeks
saham industri Dow Jones telah turun 546 poin atau 4,5 persen,Jumat pekan lalu
Pasar
bereaksi atas rencana Presiden George Walker
Bush yang diumumkan hari jumat pekan lalu untuk mencegah resesi.Kebijakan
itu,yang memerlukan persetujuan Kongres,membutuhkan dana 145 miliar dollar AS
untuk pemotongan pajak guna mendorong belanja konsumen.
Bush
Sabtu WIB mengatakan rencananya itu akan bernilai sekitar satu persen dari
produk domestic bruto AS dan menawarkan pemotongan pajak,insentif untuk bisnis
dan langkah-langkah lain yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Menurut
Najeeb Jarhom,kepala penelitian ritel di Fraser Securities,Singapura,paket
kebijakan Bush dinilai terlambat dan tidak cukup kuat untuk memberikan
dampak.”Sepertinya AS tengah menuju resesi atau barangkali sudah mengalami
resesi,jika melihat datanya”kata Jarhom.Resesi adalah pertumbuhan negative
dalam dua kuartal berturut-turut.
Para pedagang di bursa saham berharap ada
kejutan dalam kebijakan Bush,terutama soal cara menyelamatkan pasar perumahan
yang tengah didera krisis.Perekonomian AS terpukul oleh kenaikan kredit
beresiko tinggi sector perumahan(subprime
mortgage).
Direktur
Eksekutif Dana Moneter International(IMF) Dominique Strauss-Kahn menyebutkan
situasi pasar global serius dan pasar seluruh dunia merespons skeptis terhadap
rencana rencana stimulus AS.Dia menekankan bahwa resesi AS bisa mempengaruhi
perekonomian dunia.
Menurut
David Cohen,Direktur Asian Economic Forecasting pada Action Economics di
Singgapura,orang-orang benar-benar gugup mengenai potensi resesi ekonomi AS
yang bisa meluap ke seluruh dunia.
Sejumlah
analis memperkirakan Asia tidak akan terlalu terpengaruh resesi AS karena
peningkatan perdagangan dan investasi di Asia yang membuat kawasan ini tidak
terlalu bergantung pada AS,seperti dimasa lampau.Tanpa menghitung Jepang,43
persen ekspor Negara Asia bertujuan ke Negara Asia lainnya.
“China dan India mewakili persentase terbesar
perdagangan dunia dibandingkan beberapa tahun lalu”kata Cohen.
Jepang
kemungkinan menjadi pihak paling menderita akibat pelemahan pertumbuhan ekonomi
AS.
Harga minyak dunia
Menyusul
turunnya indeks saham diberbagai bursa di dunia,harga minyak turun 2 dollar AS
menjadi 89 dollar AS per barrel,Senin.Di AS,harga minyak mentah turun 1,88
dollar AS menjadi 88,69 dollar AS,level terendah sejak 11 Desember 2007.
Di
London,harga minyak mentah Brent North Sea turun 1,61 dollar AS menjadi 87,62
dollar AS per barrel.”Perlemahan ekonomi mendominasi sentiment hari ini”kata
ony Machacek pada Bache Commodities.
meskipun harga minyak turun AS masih cemas mengenai dampak penurunan harga minyak terhadap perekonomiannya.Menteri Energi AS Sam Bodman,senin di Abu Dhabi,kembali mengulangi permintaan lebih banyak minyak dari pengekspor utama Arab Saudi guna menurunkan harga minyak lebih jauh.OPEC belum merespons permintaan AS.OPEC menyatakan tingginya harga minyak dunia tidak disebabkan kurangnya persediaan.
meskipun harga minyak turun AS masih cemas mengenai dampak penurunan harga minyak terhadap perekonomiannya.Menteri Energi AS Sam Bodman,senin di Abu Dhabi,kembali mengulangi permintaan lebih banyak minyak dari pengekspor utama Arab Saudi guna menurunkan harga minyak lebih jauh.OPEC belum merespons permintaan AS.OPEC menyatakan tingginya harga minyak dunia tidak disebabkan kurangnya persediaan.
(Sumber:Bursa Saham Dunia
Anjlog,Kompas 22-1-2008)
24 Januari 2008
Dow
Jones Indeks naik setelah FED (Bank Sentral AS) menurunkan suku bunga menjadi
3,5%,terendah sejak September 2005
(Sumber:Pelaku
Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)
17 Maret 2008,
Warren Buffet ;Investor=Tahu Prospectus+Jangka Panjang +Sabar

Usia
6 tahun anak kedua dari tiga bersaudara ini membeli enam Coca Cola dari toko
kakeknya seharga 24 sen.Dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman itu
dengan harga nikel dan mendapat untung sebesar 5 sen.
Pada
usia 11 tahun,membeli tiga unit saham Cities Service Prefered seharga 38 dollar
persaham untuk dia dan kakaknya Doris.Tak lama setelah membeli saham
itu,harganya melorot menjadi 27 dollar per saham.Dengan sabar menunggu hingga
harga saham menjadi 40 dollar,lalu menjualnya.Ternyata datang penyesalan,karena
akhirnya saham Cities Service Preferred menjadi 200 dollar per saham.Peristiwa
ini membawa pesan penting bagi dia dalam berinvestasi:BERSABARLAH!
Tahun
1962 membeli saham Berkshire,dia lalu menjadi pemegang saham pengendali tahun
1965.Dia lalu membeli perusahaan asuransi dan dengan cerdik menginvestasikan
cadangan kas perusahaan itu.Kemudian Berkshire menginvestasikan uangnya pada
perusahaan asuransi seperti GEICO dan General Re,perhiasan Borsheim,perusahaan
makanan Diary Queen,dan perusahaan permen See’s Candies.Perusahaan itu juga
menjadi pemegang saham bukan pengendali pada Anheuser-Busch,Coca Cola dan Wells
Fargo.
Strateginya
sederhana.Dia hanya mau berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bisnisnya
dia kenal dengan baik.Tak mau dipusingkan oleh rumor yang setiap hari
berseliweran dikalangan para investor saham.Dia Focus pada saham berharga murah
tapi punya kesempatan berkembang.Saat akan beli saham,hal yang dia lihat adalah
apakah cerobong asap perusahaan masih mengepul.Ini adalah salah satu indicator
baginya,bahwa perusahaan itu benar-benar eksis dan operasional.PROSPECTUS,PENTING!
Baginya
analisa fundamental jauh lebih utama.Acuannya adalah buku karangan Ben Graham
berjudul Intelligent Investor.Ben
Graham menulis,berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar,bukan terpaku pada detail-detail teknis dalam bentuk
table,rumus,grafis,analisis technical.
Saham
Berkshire Hathaway yang dibelinya tahun 1962 dengan harga 8 dollar per
sahamnya,tahun 2008 saham tersebut telah menjadi 150.000 dollar per saham.
Setelah
46 tahun!Investasi=JANGKA
PANJANG.
Memang,kiat-kiatnya
dimungkinkan untuk mencapai keberhasilannya saat ini ada kaitannya dengan system yang kuat
.Artinya,dalam bursa itu pengawas harus kuat dan emiten(perusahaan penerbit saham)
harus jujur.
Orang
ini,Warren Buffet,investor kawakan,oleh majalah Forbes baru saja dinobatkan
menjadi orang terkaya di jagat ini menggantikan Bill Gates dengan total
kekayaan 62 milyar dollar AS atau setara dengan Rp.570 triliun.
(Sumber:Buffet,Kaya
karena Sabar dan Telaten,Kompas)
Black Monday
Part III…
Senin 15 September
2008
New
York,Senin 15 September 2008,Wall Street kembali dilanda “badai”
keuangan.Setelah dihantam kredit perumahan berisiko tinggi(subprime mortgage),Perusahaan sekuritas terbesar ke empat di
Amerika Serikat,Lehman Brothers,tidak dapat memikul kerugian besar akibat subprime mortgage dan menderita
kebangkrutan.

Krisis subprime mortgage AS kembali menelan
korban.Setelah Bear Stearns,Nothern Rock,fannie Mae,dan Freddie Mac,kini
giliran Lehman Brothers yang terpaksa meminta perlindungan kebangkrutan menurut
pasal 11(Chapter 11),diajukan Senin 15/9/2008)
Keadaan
yang dihadapi Lehman saat ini agak berbeda dari enam bulan lalu saat Bear
Stearns kolaps.Pada kasus Lehman sekarang ini,pasar financial telah bersiap
menghadapi masa krisis yang lebih panjang dan persiapan yang lebih matang pula.
Bank
investasi juga telah diijinkan mendapatkan pinjaman darurat langsung dari The
Fed.Bank sentral memberikan akses yang sama ke perusahaan sekuritas seperti
akses yang diterima perbankan.Dukungan khusus seperti ini tidak didapatkan pada
Maret lalu ketika Bear Stearns terlilit kesulitan.
(Sumber:Lehman Brothers
Bangkrut-Kompas 16 September 2008)
Rabu 17 September
2008

(Sumber:Bursa Dunia Rontok;IHSG
Ikut Terpuruk,Suara Merdeka 6 September 2008)

(Sumber:IHSG
dan Bayang-bayang Kemelut Bursa Global,Kompas 17 September 2008)
Warren
Buffett:
Selalu gunakan akal
pikiran Anda.Sadarilah,bertindak berdasarkan emosi akan membunuh portfolio
Anda”

(Sumber:Lehman
Menggoyang Dunia-Kompas 17 September 2008
IHSG dan Bayang-bayang Kemelut
Bursa Global-Kompas 17 September 2008)
Kronologis Krisis
“Subrime Mortgage”AS
2001
“Subrime
Mortgage”AS dimulai tahun 2001 saat AS memasuki rezim penurunan suku
bunga.Penurunan suku bunga membuat cicilan KPR menjadi ringan.
Agustus 2007
Krisis
perumahan AS awalnya dipicu oleh macetnya kredit para debitur dengan profil
gagal bayar tinggi(“subrime mortgage”).Debitur yang macet diperkirakan mencapai
2,2 juta dari 204 juta pemilik rumah di AS.
12 Agustus 2007
Bank
terbesar Perancis,BNP Paribas,menyatakan menyetop operasi tiga
unit”fund”(kumpulan dana investasi)miliknya yang merugi akibat
berinvestasi pada surat berharga berbasis kredit perumahan
“subrime mortgage di AS
15 Oktober 2007
Perusahaan
sekuritas terbesar Jepang,Nomura Holding Inc,mengumumkan keputusan keluar dari
pasar surat berharga kredit perumahan dengan nasabah beresiko tinggi Amerika
Serikat.Perusahaan ini memperkirakan kerugian sebelum pajak sampai 60 milliar
yen(511 juta dollar AS)pada kuartal kedua.
7 November 2007
Para
investor di bursa saham kawasan Asia mejual
portfolionya sehingga menyebabkan indeks harga saham berguguran.
9 November 2007
Gubernur
Bank Central Amerika Serikat Ben Bernanke mengatakan,perekonomian AS akan
melemah pada kuartal ke empat serta tekanan inflasi yang semakin besar.
15 januari 2008
Merrill
Lynch menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan tiga investor asing untuk
mendapatkan dana sebesar 6,6 milliar dollar AS.Sebelumnya sudah mendapat
suntikan dana sebesar 5 milliar dollar AS dari Temasek holding Singapura serta
1,2 milliar dollar AS dari Davis Selected Advisers.Merrill Lynch merugi karena
penurunan asset surat berharga berbasis “subprime mortgage”.Firma keuangan
besar dan bank lainnya,seperti Citibank,UBS,dan JP Morgan,sudah bealih sahamnya
ketangan investor dari Asia dan Timur Tengah setelah merugi karena“subprime
mortgage”.
22 Januari 2008
The
Federal Reserve melakukan tindakan memangkas tingkat suku bunga utama sebesar
75 basis point menjadi 3,5 persen.
18 Februari 2008
Saham-saham
perbankan Australia dan perusahaan asuransi Jepang berjatuhan.Saham Aioi
Insurance Co(perusahaan asuransi jepang)juga anjlog 6,8 persen menjadi 439 yen
per lembar.Hal ini karena Aioi mengalami kerugian 740 juta dollar AS dari
bisnisnya terkait kucuran kredit ke sector perumahan di AS.
14 Maret 2008
JP
Morgan menyatakan akan membeli firma keuangan Bear Stearns sebesar 236,2 juta
dollar AS atau hanya 2 dollar AS per lembar saham.Jumlah ini lebih kecil
daripada harga saham nya di pasar sebesar 3,54 milliar dollar AS.Pembelian ini
dalam rangkamenyelamatkan bank investasi terbesardunia itu.Bear Stearns
terjerumus dalam kerugian besar di sector perumahan AS.
13 Juli 2008
Fannie
Maedan Freddy Mac,dua perusahaan besar yang menyediakan kredit perumahan di
Amerika Serikat,bangkrut karena warga AS sedang tidak mampu membayar cicilan
kredit perumahan,Bursa
saham di AS dan dunia jatuh.
4 Agustus 2008
Pasar
saham Eropa melemah,demikian pula dengan pasar saham di Asia.Penurunan ini
terjadi,antara lain,karena pengumuman bank terbesar Eropa,HSBC,yang mengalami
penurunan laba secara drastis,terkait dengan krisis kredit sector perumahan di
AS.
15 September 2008
Perusahaan
keuangan raksasa Amerika Serikat terus berguguran.Perusahaan sekuritas nomor
empat AS,Lehman Brothers,menyatakan diri bangkrut sementara Merrill Lynch siap
diakuisisi Bank of America,Perusahaan Asuransi American International
Group(AIG)putus asa mencari modal .Kebangkrutan Lehman membuat indeks pasar
saham di Asia,Eropa,dan AS langsung turun.Krisis berkepanjangan ini membuat
investor menjauhi saham-saham perbankan.
(Sumber:AS Sakit,Semua
Sakit-Kompas 19 September 2008)
Minggu 19 September
2008
Richard
Severin Fuld Jr,sering disapa dengan Dick Fuld,CEO Lehman Brothers,merupakan
salah seorang yang dianggap bertanggung jawab atas kebangkrutan bank investasi
terbesar keempat di Wall Street,New York,AS,itu.

(Sumber:Kejahatan Kerah
Putih:Fuld “Si Gorila”,Penggembos Lehman-Kompas)
Minggu 28 September
2008
Krisis Keuangan Global;WASPADAI PRODUK INVESTASI ASING
Di
Indonesia,Citibank misalnya,dipersepsikan sebagai jaminan mutu,ditengah rimba
kegelapan,akibat minimnya pengetahuan warga kaya soal keamanan
investasi.Postulat ini telah gugur,setidaknya untuk sementara dan setidaknya
dimata sejumlah nasabah Citibank yang termakan “rayuan” untuk membeli
surat-surat berharga terbitan Lehman Brothers.
Tigor
M Siahaan,Direktur Pelaksana dan Manager Bisnis Citibank Indonesia,mengatakan
Citibank
bukan penjamin,tetapi hanya sebagai penjual produk Lehman.
Kedepan,penyandaran
kepercayaan yang didasarkan pada citra tidak bisa dilakukan lagi tanpa reserve.Bukti sudah banyak,citra,brand
tidak lagi bisa dipakai secara membabi buta.UBS,Societe Generale,Lehman
Brothers,AIG,Merrill Lynch,terbukti terjebak dalam investasi di sector
perumahan Amerika Serikat.
Nama-nama
besar itu,kampiun keuangan dunia,tidak lagi bisa dipercayai begitu saja.
(Sumber:Waspadai Produk
Investasi Asing-Kompas 28 September 2008)
Sabtu,
4 Oktober 2008
DPR AS(House of
Representatives),Washington,Jumat 3 Oktober 2008,menyetujui rancangan
undang-undang(RUU)paket dana talangan sebesar 700 milyar dollar AS.
(Sumber:Kongres Setujui
RUU-Kompas 4 Oktober 2008)
Kamis, 9 Oktober
2008
Nuansa
kepasrahan tercuat dari pernyataan para pemimpin negara terkaya di dunia.Upaya
pengguyuran dana ke pasar oleh sejumlah bank sentral tak mampu meredakan
kegelisahan pasar.Kini harapan ada pada China untuk menolong.
(Sumber:Peran China
Dinantikan untuk Mengatasi Krisis-Kompas 9 Oktober 2008)
Jumat,10 Oktober
2008
Produk
bernama CDS(Credit Default Swap) Picu Kepanikan
(Sumber:Kompas 10
Oktober 2008)
Selasa,28 Oktober
2008
Langkah
Penyelamatan Berlanjut;G7 Betemu untuk stabilkan Kurs
(Sumber:Kompas 28 Oktober
2008)
Selasa,16 Desember
2008
PENIPUAN
Di Wall Street MELUAS
Korbannya termasuk HSBC
Holdings PLC
Korban
penipuan keuangan di Wall Street
semakin meluas dan isunya semakin merebak.Korban-korbannya antara lain warga
superkaya dunia,para pensiunan,dan yayasan karitas.
Mereka
adalah korban “skema Ponzi” yang dijalankan mantan Ketua Nasdaq,Bernard L
Madoff.Skema investasi ini menawarkan keuntungan tinggi kepada investor.Namun
keuntungan itu dibayar dari dana investor yang menyusul masuk belakangan,bukan keuntungan
dari hasil investasi di bursa.
(Sumber:Penipuan di Wall Street
Meluas,Kompas 16 Desember 2008)
Rabu,17 Desember
2008
Sistem Keuangan AS
Disorot Lagi;Direktur IMF Kaget Skandal Madoff Bisa Lolos
Skandal
penipuan senilai 50 milliar dollar AS
di Wall Street kembali mencuatkan lemahnya
pengawasan sector keuangan di AS.Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn
di Paris,Selasa (16/12) mengatakan kaget luar biasa.Kahn tidak habis pikir
penipuan terbesar sepanjang sejarah ini bisa lolos.
Bernard
Madoff,mantan ketua Nasdaq,bursa untuk perusahaan technology,menjadi tokoh
sentral dari skandal tersebut.Pada awalnya,Madoff menghimpun dana investasi
sebesar 17 milliar dollar AS.Dana ini dikelola lewat perusahaan Madoff
Investmen Securities dan dikembang biakkan menjadi 50 milliar dollar AS.Namun,
semua dana investasi itu mendadak hilang tanpa penjelasan.
(Sumber:Sistem Keuangan
AS Disorot Lagi,Kompas 17 Desember 2008)
Pengaruh bagi Indonesia:
Penurunan
Pertumbuhan ekonomi dari yang ditargetkan pemerintah 7% tahun 2008,karena
penurunan eksport(tujuan terbesar ke Amerika Serikat). Pemutusan Hubungan Kerja
meningkat.Pengangguran,Inflasi berpotensi Meningkat .
IHSG
yang pada 9 Januari 2008 menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah bursa
Indonesia yaitu 2.830,26 pada perdagangan 15 September 2008 terpuruk ke level
1.719,25 poin(-36,45%)
(Sumber:Hikmah
Krisis Keuangan AS atas Bursa
Domestik,Kompas 4 Oktober 2008)
No comments:
Post a Comment