Sunday, May 18, 2008

SPECIAL CRASH STOCK MARKET



Pendahuluan.
Banyak tawaran investasi,baik dari perbankan maupun perusahaan investasi.Investasi yang dulu ditawarkan dikalangan terbatas,sekarang keseluruh lapisan masyarakat yang dinilai potensial; bahkan kalangan mahasiswa. Semua menawarkan dan menjanjikan ke para (calon) investor cara menguntungkan untuk membiakkan uang.Sering terjadi,banyak (calon) investor terjun berinvestasi karena lebih tertarik pada hasil yang diiming-imingkan para marketing perusahaan investasi,tanpa memahami produk investasi yang dibeli.Bahkan ada yang ber investasi karena ikut arus (ikut-ikutan).
Inilah,yang sering menimbulkan kesalahpahaman,kekecewaan,sikap emosional, mengambil keputusan  terburu-buru,yang  justru berakibat kerugian.Atau bahkan  menjadi phobia terhadap dunia investasi,saat menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Di mana ada Resiko,Di situ ada Untung Besar
Banyak buku-buku tentang investasi dengan teori-teori investasi cerdas yang dikupas dan diulas tuntas oleh para praktisi hingga pakar.Namun….
Ada kebutuhan lain.Yaitu,bagaimana warga masyarakat kebanyakan ataupun (calon) investor memahami (teori-teori) investasi secara lebih praktis dan mem”bumi” di dunia Pasar Modal Indonesia yang masih masuk kategori “belia”. Untuk membantu memenuhi kebutuhan ini,saya coba  urutkan secara kronologis berita dan kejadian yang kebetulan saya miliki terkait perkembangan Pasar Modal Dunia dan Pasar Modal Indonesia di “dunia nyata”.Mudah-mudahan kumpulan berita dan tulisan dari berbagai media dan pakar ini bisa jadi semacam penyegaran(refresher) yang dapat dimanfaatkan untuk melengkapi buku tentang teori investasi.Dapat menambah pemahaman bagi siapa saja yang membutuhkan, apapun latar belakang  (calon) investor (Profesional, bisnis, akademisi,mahasiswa,praktisi).Dengan demikian,akan lahir investor-investor generasi baru yang semakin cerdas,dengan pemahaman yang lebih lengkap lagi dan jauh dari sikap emosional.Diharapkan pula Pasar Modal Indonesia akan semakin kokoh,solid dan bergairah serta memberi kontribusi besar pada pembangunan nasional,seperti tujuan awalnya,yang ditunjang keterlibatan dan kepercayaan yang lebih besar lagi  dari investor lokal .

Dunia Terasa Semakin Rentan Krisis.Belum hapus dari ingatan masa kelabu Krisis Moneter 1997-1998,hanya selang satu dasawarsa perhatian kita disedot saat ada pemberitaan ambruknya Perusahaan Investasi terkemuka, Lehman Brothers dari Amerika Serikat pada 15 September 2008.
Dari saat dunia awal mengenal istilah Resesi-Depresi tahun 1930,ungkapan  bahwa dunia semakin rentan krisis,terasa relevan.Tenggang waktu terlama adalah 57 tahun yaitu antara tahun 1930-1987.Setelah itu menjadi dasawarsa,10 tahun  yaitu saat tahun 1987-1997,dan 11 tahun antara 1997-2008.Namun demikian yang tidak boleh dilupakan,diluar tenggang waktu 1997-2008,kondisi rentan krisis terjadi dalam tenggang waktu yang lebih pendek yaitu tahun tahun 1997- 2001,4 tahun,saat gedung World Trade Centre hancur;Tahun 2001- 2007,6 tahun,saat krisis akibat subrime mortgage di Amerika Serikat;Tahun 2007-2008,hanya 1 tahun,yaitu ambruknya perekonomian Amerika Serikat yang diawali bergugurannya perusahaan investasi keuangan besar hingga rontoknya Lehman Brothers .
Indikasi diatas dikuatkan dengan tak lagi hanya kejadian Black Thursday,tapi serial Black Monday yang sudah sampai ke Black Monday Part III…
Tentunya,di era Black Berry ini,dimana informasi sudah semakin mudah diperoleh,jangan ada lagi investor yang  menjadi korban akibat kepanikan yang mendorong sikap emosional dalam mengambil keputusan.
 Apa yang dimaksud dengan krisis,Kapan Indonesia mulai rentan krisis dan Bagaimana mengantisipasi ataupun mengelola krisis,tampaknya masalah informasi sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi banyak pihak.
Krisis & Peluang.
Krisis,selalu ada gejolak.Tapi, ada pepatah menyebutkan bahwa,Disetiap Krisis Ada Peluang.Mudah-mudahan melalui berita kronologis di bab-bab berikut ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai makna investasi di Pasar Modal.Dengan demikian,investor semakin matang,mampu lolos dan lulus dari krisis.Dan dengan Kesabaran yang ditimbulkan karena adanya pemahaman lebih baik,akan jitu menangkap Peluang.Dengan demikian portfolio investasinya justru akan memberikan keuntungan berlipat. 

Semoga Bermanfaat.




-------------------------------------------------------                       




I.Sejarah Crash di World Trade Centre
Bursa
Konon,pasar modal sudah ada pada awal tarikh masehi,di sekitar Laut Tengah.VOC,yang di sini lazim disebut kumpeni,sudah menjual saham di Bursa Modal Amsterdam pada awal 1600-an.Istilah bursa,beurse,muncul di Belgia pada abad XII.Memungut nama dari keluarga Van der Beurse,di Kota Bruges,yang menyediakan halaman rumahnya untuk pertemuan antara penjual dan pembeli.
(Sumber: Komputer di Pasar Banteng dan Beruang,Tempo 31 Oktober 1987)


1. Crash 1930
24 Oktober 1929,di New York yang mulai dingin oleh musim gugur.Di Wall Street,sudut kecil yang jadi pusat keuangan Amerika Serikat,sesuatu hal luar bisa terjadi.

Orang ramai-ramai jual saham secara serempak.Suara gaduh di gedung bursa yang berumur sekitar 100 tahun itu memekakkan telinga.

Harga saham jatuh deras.Semuanya!Orang kemudian menamakannya Kamis Hitam/Black Thursday.

Orang mulai cemas.Kapitalisme runtuh?Polisi dipanggil,orang takut kalau para pialang dan para banker mengamuk.Pada suatu saat,tampak seseorang naik ke sebuah jendela di tingkat tinggi.Orang ramai menunggu ia meloncat bunuh diri.Ternyata,dia seorang yang akan membetulkan jendela.
Yang tampaknya tak bisa dibetulkan adalah guncangnya keyakinan kepada keadaan ekonomi.
Tangal 28 Oktober 1929 harga saham turun drastis hingga 12,9%.
Terutama ketika beberapa hari kemudian,29 Oktober 1929,satu gelombang lebih hebat terjadi lagi.Saham amblas ramai-ramai dilepas.29 Oktober 1929,pusat keuangan Wall Street lumpuh.Pada pukul 4 sore Selasa itu,16.410 ribu saham dilempar.Goldman Sachs,sebuah lembaga investasi yang sahamnya semula banyak dibeli orang,sore itu kehilangan hampir 50 %

(Sumber: Krisis 1930,Krisis 1987, Tempo 31 Oktober 1987)
            


Di Amerika Serikat pengangguran langsung meledak dan terus berlangsung di

tahun 1932

Kondisi sangat parah,bahkan  antrian untuk mendapatkan makanan secara gratis

terjadi di kantor-kantor pemerintahan di New York.


Dalam kasus depresi dunia tahun 1930,upaya penyehatan dilakukan antara lain dengan pembentukan lembaga asuransi deposito FDIC(Federal Deposit Insurance Corporation) melalui The Banking Acts 1993 dan 1995,baru dilakukan sekitar setahun setelah krisis terjadi,alias mengalami time lag  cukup lama.
(Sumber:Perekonomian Semakin Buruk,Kompas 4 Oktober 2008)

Bagaimana Indonesia?saat itu masih belum merdeka masih Hindia Belanda.


-------------------------
                 
2. Crash 1987


Black Monday Part I…

Merosotnya Saham di Wall Street dimulai sejak 17 Agustus 1987.Indeks Harga saham di Wall Street mengalami kemerosotan sebagai berikut:
17 Agustus 1987        2.701
18 Agustus 1987        2.655
25 Agustus 1987        2.722
28 Agustus 1987        2.639
31 Agustus 1987        2.663
3 September1987       2.559
9 September 1987      2.549
14 September 1987    2.613
21 September 1987    2.493 
23 September 1987    2.586
28 September 1987     2.602
5 Oktober  1987          2.640
6 Oktober 1987           2.549
7 Oktober 1987           2.551
12 Oktober 1987         2.471        
13 Oktober 1987         2.508
14 Oktober 1987         2.413
15 Oktober 1987         2.355
16 Oktober 1987         2.247
19 Oktober 1987         1.738
20 Oktober 1987         1.840
21 Oktober 1987         2.024
22 Oktober 1987         1.947
23 Oktober 1987         1.948

Teriakan “jual…jual…..jual” terdengar bersahut-sahutan dari orang yang bergerombol-gerombol di depan layar monitor.detik demi detik angka-angka yang cepat sekali berubah dipelajari dengan seksama.Sesekali terdengar helaan napas berat dan gelisah.


Kepala keamanan jembatan Brooklyn dan Manhattan,New York,belum mencabut perintah siaga penuh kepada anak buahnya.Setiap gerak gerik pelintas jembatan East River –berjalan kaki atau berkendaraan-diawasi secara ketat. Maklumlah,sungai itu belakangan terasa menggoda penduduk New York yang dilanda putus asa.
 

Resesi,Depresi.Dua kata itu yang paling sering diucapkan orang menyambut rontoknya harga saham dalam minggu-minggu ini.Sebab begitu Wall Street terserang demam yang lain ikut meriang.Stock Exchange of London,pasar modal terbesar di Inggris,tanda Fast Market  muncul berkali-kali setiap hari didepan papan elektronik.Artinya,para pialang diharapkan jangan mengandalkan harga-harga yang muncul,karena papan itu tak sanggup lagi mengikuti kecepatan gejolak harga yang terjadi.
Di Singapura,jaringan telepon di Central Business District macet sampai menjelang sore saking banyaknya orang berbicara.Sementara itu,para pegawai kantor-kantor pialang terpaksa mengusiri para kliennya yang terus mengerubut.Jam kantor sampai molor.
Tanggal 19 Oktober 1987 pun kemudian disebut sebagai “Black Monday/Senin Hitam”
Menurut indeks yang mewakili 30 saham perusahaan terkemuka di Amerika Serikat itu harga saham rontok 508 point atau 22,6 % dari harga semula.Percentage ini hampir dua kalinya angka bersejarah,12,9% yang terbetik 28 Oktober 1929.
Dow Jones Industrial Average Index mengumumkan sebuah berita pembantaian harga saham.Nyali pedagang dan pemilik saham langsung ciut.
Beberapa perusahaan jual beli saham langsung “menjual diri”.Salah satu diantaranya  adalah AB Tompane & Co.Perusahaan yang selama ini bermain dengan saham perusahaan-perusahaan  raksasa seperti Royal Dutch petroleum,US Steel,Sterling Drug itu pekan lalu dijual kepada Merryl Lynch Co.Betapapun tangguhnya perusahaan-perusahaan spesialis semacam Tompane,menurut John Phelan,Presiden NYSE,tak akan sanggup menghadapi malapetaka tersebut.Dalam tempo sehari 52 perusahaan spesialis itu menanggung kerugian 750 juta dollar.Beberapa hari kemudian kerugian mereka mungkin sudah mencapai satu trilyun dollar.
Situasi runyam itu memaksa Presiden Ronald Reagan muncul di televisi.Yakin betul Presiden Amerika Serikat itu berujar,”Jangan panic,ekonomi kita masih membaik”
Tetapi kepanikan tak bisa dibendung dengan satu kalimat.Pasar-pasar modal,dari Tokyo,Hongkong,Singapura,London,Paris,Sydney sampai Afrika Selatan meledak.

Bagaimana dengan Pasar Modal Jakarta?
Jatuh bangunnya harga saham New York terasa diseluruh dunia.Terutama oleh Negara-negara yang pasar modalnya berhubungan langsung atau tidak langsung dengan Amerika.Apalagi dalam lima tahun terakhir terjadi “globalisasi”pasar saham-mengikuti proses yang terjadi sebelumnya dalam perdagangan mata uang dan jual beli obligasi pemerintah.
Bertambah banyaklah  dana yang dikelola lembaga-lembaga seperti yayasan dana pensiun yang dimanfaatkan untuk membeli saham di luar negeri.Teknologi komunikasi dan Informasi makin mendekatkan jarak dan waktu antara pasar modal disuatu negeri dan pembeli di negeri lain.Maka bila NYSE bersin,pasar modal Negara lain mudah terserang flu.
Pasar modal Indonesia tidak terlalu terpengaruh akibat BlackMonday ,ini karena bursa masih dikelola secara intern,menurut Barli Halim,ketua Bapepam,pasar modal di Indonesia masih tertutup-belum diinternasionalisasikan.Transaksi juga tidak melibatkan bank sehingga likuiditas bankpun tak terpengaruh.Jadi Pasar modal Jakarta masih adem ayem.
Tetapi,sebuah undang-undang tentang pasar modal sedang disusun,agar bursa itu hiruk pikuk.Investor asing nantinya boleh terjun.Juga nantinya tidak akan lagi dikendalikan lagi oleh PT Danareksa.”Pokoknya,kita akan menuju ke pasar modal ala Wall Street,”kata sebuah sumber Tempo
(Sumber:Wall Street Mengerek Bendera Hitam,Tempo 31 Oktober 1987)
             Komputer di Pasar Banteng dan Beruang,Tempo 31 Oktober 1987
            -------------------------
3. Crash 1997
Kilas Balik KRISIS 1997
Tanggal 7 Juli 1994 pada saat membuka Konferensi Tahunan Keuangan Pasar Modal Wilayah Pasifik ke 6 serta Pameran Pasar Modal Indonesia 1994 di Jakarta Convention Center,Presiden Suharto menyatakan bahwa Pasar Modal akan didorong agar berkembang lebih cepat.Ini karena kondisi,struktur dan perkembangan ekonomi Indonesia 25 tahun kedepan yang berbeda dengan kondisi,struktur ekonomi Indonesia 25 tahun yang lalu.
Hal lain yang menjadi dasar pemikiran adalah data perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta(BEJ) dari tahun ke tahun menunjukkan gambaran meningkat.Tahun 1990 rata-rata transaksi perhari baru berjumlah Rp. 30 milyar.Tiga tahun kemudian nilai transaksi per hari naik menjadi Rp. 77,6 milyar yang berarti peningkatan lebih dari 37 % setahun.Untuk nilai kapitalisasi pasar meningkat 558 persen dari Rp. 12,4 trilyun pada akhir 1990 menjadi sebesar Rp. 69,3 trilyun pada akhir tahun 1993.Jumlah perusahaan yang tercatat di bursa juga terus meningkat.
(Sumber:Presiden Soeharto:Pasar Modal akan Didorong agar Berkembang Lebih Cepat,Kompas 8 Juli 1994)

Krisis 1997
Kamis 23 Oktober 1997 bursa saham Hongkong jatuh akibat gejolak financial Asia Tenggara.Ini mengguncang pula pasar saham seluruh dunia. Dollar Hongkong satu-satunya mata uang Asia yang masih dipatok terhadap nilai Dollar AS.Jatuhnya mata uang Negara-negara tetangga membuat para spekulan berani bertaruh:Hongkong akan mendevaluasikan dollarnya.Otoritas moneter Hongkong turun tangan dan menjual Dollar AS untuk menyelamatkan Dollar Hongkong.Selain itu mereka juga memperketat kredit murah perbankan.Ini memicu melonjaknya suku bunga.
Bursa Hang Seng ,harga saham anjlog 1.211,5 pada penutupan perdagangan kamis.
Turun 10,4%.Dan dalam pekan ini saja indeks tercatat merosot 23 persen dipicu kekhawatiran terhadap kemungkinan bakal terdevaluasinya dollar Hongkong ditengah tekanan yang semakin luas para spekulan terhadap mata uang-mata uang Asia.

Spekulan Mata Uang:Meminjam Dollar Hongkong dan menjualnya untuk ditukarkan dengan Dollar AS atau mata uang lain dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga lebih rendah dan diperoleh untung sementara bisa tetap mengembalikan utang awalnya.
Di Asia sendiri perkembangan yang terjadi di Hongkong masih menunjukkan penurunan meski kemudian bursa Hongkong diberitakan pulih.
Menjelang penutupan,Indeks Hang Seng dilaporkan naik secara cepat 441,29 poin atau 4,23 persen ke level 10.867,59 setelah pagi harinya sempat anjlog 199 poin.

Bursa saham mulai dari Eropa hingga New York dan Amerika Selatan dilaporkan mengalami anjlog.



Indeks rata-rata saham industri Dow Jones turun tajam 186,88 poin atau 2,32 persen menjadi 7.847,77 .Nasdaq turun 36,83 poin atau 2,2 persen ke 1.671,25
Indeks Dow Jones ini turun menyusul komentar Menkeu Robert Rubin yang membantah kemungkinan dampak jangka panjang dari krisis Asia Tenggara terhadap sector financial AS,mengingat fundamental perekonomian AS yang kuat.
Di Eropa kondisinya lebih buruk lagi.Indeks 100 saham FTSE bursa London yang terkait dengan Hongkong-terutama dengan kuatnya keberadaan perusahaan Inggris di Asia-turun 3,06 persen.
Indeks CAC Paris juga turun 3,42 persen ,sementara Frankfurt turun 4,66 persen,Zurich 2,45 persen ,Madrid 2,48 persen serta Bussels 2,65 persen atau penurunan tajam dalam satu setengah tahun terakhir.
Di Sao Paulo Brasil anjlog 8,15 persen.Meksiko 4,46 persen dan Buenos Aires,Argentina 4,66 persen.Parafund manager dilaporkan menarik diri dari saham-saham Amerika Latin untuk bisa menutup kerugian yang mereka alami di pasar Asia.
.
Di Jepang indeks Nikkei untuk 225 saham unggulan Tokyo yang turun lebih 3 persen hari kamis ,jum at pagi turun lagi hingga di bawah level kunci 17.000.Menjelang tengah hari Nikkei turun 87,81 poin atau 0,51 persen ke level 17.063,74 dan sempat mencapai 16.863,54 atau titik terendah sejak 14 Agustus 1995.

Eropa:Aksi jual saham Hongkong mengguncang seluruh Eropa.Suku bunga dibekas koloni Inggris itu memicu aksi jual panic karena para pedagang kehilangan kepercayaan dan menarik uangnya dari saham-saham di Hongkong.

Amerika Serikat:Para pedagang menjual saham perusahaan perusahaan teknologi,penerbangan dan usaha lain yang terkait dengan Asia.Para investor seluruh dunia mentransfer dana mereka dari saham-saham di Hongkong ke obligasi Pemerintah Amerika Serikat(Treasury Bond)yang mengalami pelonjakan harga.
(Sumber:Bursa Saham Seluruh Dunia Ikut Anjlog,Kompas 25 Oktober 1997
            Harga Saham Berjatuhan ,Kompas 29 Oktober 1997)

Guncangan moneter yang dimulai di Asia Tenggara=ASEAN ini ditenggarai oleh PM Malaysia ,Mahathir Mohamad dalam pernyataanya di Kuala Lumpur tanggal 21/7 97(kompas 23/7/97) disebabkan adanya Kelompok Keuangan International yang menentang masuknya Myanmar dalam ASEAN.Guncangan yang merembet ke mata uang negara –negara Asia Pasifik melejitkan nama George Soros pria berdarah Yahudi kelahiran Budapest,Hongaria,sebagai sosok utama dan tokoh spekulan internasional yang ada dibalik badai mega spekulan yang terjadi pada mata uang  negara-negara ASEAN.
(Sumber:Kelompok Keuangan International dibelakang Turunnya Mata Uang ASEAN,Kompas 23-7-1997)

Indonesia:
IHSG:
22-7-1997 IHSG ditutup pada level  712,402 poin anjlog 11,598 poin(1,6 %)
                   Dibanding indeks penutupan pekan sebelumnya yaitu  724,000 poin
(Sumber: Pasar Saham Terseret Pasar Uang demikian judul Kompas22-7-1997). .

15-12-1997 IHSG ditutup pada level 339,536 poin anjlog 26,317 poin (7,19%),terendah sejak tahun 1989
(Sumber :Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)



Rupiah:

30 Juni 1997          Kurs 1 US $ = Rp.  2.431

14 Agustus 1997  Pemerintah menetapkan kebijakan moneter: FLOATING RATE-FLEXIBLE RATE .
1 US$ terhadap Rph dibiarkan Fleksible ditentukan sendiri oleh kekuatan pasar.BI melihat frekwensi intervensi yang semakin meningkat akhirnya BI melepas kurs intervensi.
(Sumber :Kurs Rupiah Fleksibel,Kompas 15-8-1997)

 06 Oktober 1997    Kurs 1 US$ = Rp. 3.785
(Sumber :Dollar AS Dekati Rp. 4.000,Kompas 7-10-1997)

1-11-1997 IMF mengumumkan Paket Bantuan 23 Milyard Dollar untuk stabilkan system keuangan Indonesia
(Sumber :Bantuan Paket IMF 23 Milyar Dollar AS,Kompas 1-11-1997)

Dampak dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank.
(Sumber: Pemerintah Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)

3 November 1997   Kurs 1 US$ = Rp. 3.240 (menguat (9%) dibanding pembukaan 1 US$=Rp. 3.540-3.555
(Sumber :Rupiah Menguat,Kompas 4-11-1997)

15 Desember 1997 Kurs 1 US$     = Rp. 5.750,-
(Sumber :Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)

8 Januari 1998        Kurs 1 US$    = Rp. 10.000,-
(Sumber :IMF pun Ikut Berbicara,Kompas 9-1-1998)

27 Januari 1998      Kurs 1 US$ = Rp.10.000,-
Kurs Rupiah menguat setelah Senin 26-1-1998 Kurs 1 US$               = Rp.16.500,- dan Selasa pagi 27/1/1998 sempat dibuka dengan  Kurs 1 US$ = Rp. 14.000
(Sumber :Kurs Rupiah Menguat,Kompas 28-1-1998)

Dampak dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank,Bank Beku Operasi(BBO),Bank Take Over(BTO)diambil alih pemerintah melalui program Rekapitulasi,Merger antar bank hingga Divestasi(pemerintah menjual bank rekap ke investor baru)
(Sumber: Pemerintah Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)

2-4-1998 :7 Bank Beku Operasi(BBO),7 Bank masuk Pengawasan
(Sumber: Pembekuan Bank ,Gatra 11 April 1998)

21-8-1998:4 Bank pemerintah di Merger,3 Bank Beku Operasi,4 Bank Swasta kepemilikannya diambil alih pemerintah
(Sumber:Empat Bank pemerintah di Merger,Tiga Bank Swasta Dibekukan,Kompas 22-8-1998)

20-3-1999:38 Bank Dicabut Ijinnya,7 Bank diambil alih Pemerintah,9 Bank ikut program Repitulasi
(Sumber:Deking Politik?Tempo 16-22 Maret 1999
             Jempol Habibie,Beban Rakyat -Tempo 16-22 Maret 1999
             Akhirny,a Gus… -Tempo 16-22 Maret 1999
             Siapa Makan Nangka,Siapa Kena Getah- Tempo 16-22 Maret 1999)


                          -------------------------













4. Crash 2001
TRAGEDY 11 SEPTEMBER 2001
Selasa 11 September 2001
08.48 EST(Eastern Standard Time)Pesawat Boeing 767 American Airlines dengan nomor penebangan 11 jurusan Boston-Los Angeles menabrak salah satu menara World Trade Center(WTC) New York AS

09.06 EST(Eastern Standard Time)Pesawat Boeing 757 American Airlines dengan nomor penerbangan 77 dari bandara  Dulles,Washington DC menuju Los Angeles,menabrak menara kedua WTC(sebelah selatan),menimbulkan ledakan dahsyat dan bola api besar.


10.05 EST Menara kedua WTC(sebelah selatan) runtuh setelah tejadi ledakan besar.

10.30 EST Menara pertama WTC(sebelah utara) juga runtuh
Senin 17 September 2001
Perdagangan saham di Wall Street ,new York,Amerika Serikat dibuka kembali.Seperti telah diduga,saham-saham langsung berguguran.Hingga pukul 11.43 waktu setempat,indeks Dow Jones untuk saham-saham industri sudah merosot enam persen.Bergugurannya indeks saham dipicu aksi jual besar-besaran (heavy selling) saham oleh para investor yang terpukul karena aksi terror 11 september 2001.
Begitu dibuka Indek Dow Jones untuk saham unggulan industri turun 153 poin atau sekitar dua persen menjadi 9.450.
Indeks Nasdaq yang memuat saham-saham technology pada menit-enit pertama pembukaan turun 108,35 poin atau 6,39 persen menjadi 1,587,02
Sebelum sesi pertama selesai pukul 11.43,indeks Dow Jones telah terjungkal hingga 576,66 poin atau enam persen menjadi 9.028,85.Ini angka terendah sejak 22 Maret 2001.
Bahkan sebelumnya pada pukul 10.20,indeks Dow Jones sempat jatuh dibawah 9.000 hingga berada pada posisi 8.986,12,sebelum akhirnya menguat tipis menjadi diatas 9.000
Sementara indeks Nasdaq,turun hingga 88,57 poin atau 5,22 persen menjadi 1.606,80 pada pukul 11.20.Ini angka terendah sejak Oktober 1998.


Posisi terakhir indek Dow Jones- Senin Pekan lalu hari terakhir perdagangan sebelum serangan teroris terhadap AS dilancarkan- adalah 9.464,70.Sementara posisi terakhir indeks Nasdaq adalah 1.695,30

Pembukaan kembali perdagangan di Wall Street-setelah-sepekan ditutup-diawali oleh pidato singkat Ketua Bursa Saham New York(New York Stock Exchange/NYSE)Richard A Grasso,beberapa menit sebelum perdagangan dimulai pukul 09.30”kita akan memulai perdagangan ,dengan mengheningkan cipta untuk orang-orang yang telah menjadi korban.Dua menit pertama suasana trading floor di NYSE tempat para floor trader biasanya disibukkan dengan order jual-beli saham,menjadi sunyi senyap dan penuh suasana haru.

Di Bursa Effek Jakarta (BEJ) IHSG kali ini terpengaruh dan IHSG jatuh  ke level 407,250 atau anjlog 18.403 poin(4,32 pesen)
(Sumber: Seusai Selasa Hitam,Tempo  23-9-2001)
Harga-harga Saham  di Wall Street Berguguran;Bursa  Seluruh Dunia Rontok,Kompas 18-9-2001)









-------------------------
















5. Crash 2007
             (Sumber: Bursa Saham Dunia Anjlog,Kompas 22-1-2008)

Selasa,27 Februari 2007
Indeks Dow Jones jatuh 3,3 % atau 416 poin.
Indeks Dow Jones turun cukup tajam akibat pernyataan mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat(The Federal Reserve Bank) Alan Greenspan,yang menyadarkan pasar adanya ancaman perlambatan ekonomi di negara tersebut.
“Greenspan menyatakan bisa terjadi resesi ekonomi di AS akibat angka inflasi yang semakin tinggi,serta terjadinya perlambatan ekonomi.Indeks Dow Jones juga turun karena rata-rata pertumbuhan keuntungan bersih perusahaan terbuka di AS cenderung stagnan”.
(Sumber;rontoknya bursa regional Cuma sesaat,kompas 1-3-2007)

Dow Jones/DJI,pembukaan 12.597,81;penutupan 12.216,96
Diikuti jatuhnya pasar modal China .Pemerintah China melihat banyak dana spekulatif yang masuk pasar saham.Dana-dana spekulatif ini dikhawatirkan bisa memicu revaluasi terhadap yuan.Hal ini sangat tidak disukai Pemerintah China,sehingga memutuskan untuk intervensi pasar.
SSEC (China) pembukaan   3.047,915;penutupan 2.773,947
SSEC (China)Pembukaan   2.741,803 ;Penutupan 2.881,935
Indeks harga saham utama China mengalami pemulihan kembali hampir 4 persen pada hari Rabu 28/2/2007,pulih lebih dari sepertiga jumlah penurunan hari Selasa 27/2/2007 yang merupakan kejatuhan paling besar pada dekade ini.

Selanjutnya,penurunan indeks di bursa China dan AS memang membawa pengaruh penurunan di bursa Eropa dan Negara Asia lainnya.
Saham rata-rata Nikkei merosot 3 %
N225,Pembukaan 12.597,81;Penutupan 12.216,96
N225,Pembukaan Rabu 28/2/2007 17.843,61 ; Penutupan 17.604,12

 FTSE 100 jatuh 116,1 poin atau 1,85%.
Pembukaan 6.414,4 ;Penutupan 6.295,9;
Pembukaan 28/2/2007-Rabu 6.221,8

Sementara pasar saham Meksiko juga jatuh 4 %.


BURSA Effek Jakarta
Penurunan indeks regional inilah yang membuat terjadinya koreksi terhadap IHSG kemarin.Pada penutupan perdagangan,IHSG turun 23,037 poin atau 1,31 persen pada level 1.740,971

(Sumber:Rontoknya Bursa Regional Cuma Sesaat,Kompas 1-3-2007 &
             Bursa Saham Dunia Anjlog,Kompas 22-1-2008)
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

12 Maret 2007
Perusahaan AS(New Century Mortgage Corporation) bangkrut
18 Juli 2007
Perusahaan Hedge Fund-Two Bear Stearns Co,bangkrut
3 Agustus 2007
Perusahaan pemberi pinjaman Kredit terbesar perumahan AS(American Home Mortgage) bangkrut
9 Agustus 2007
Bank Sentral Eropa menyuntik dana 130 miliar  dollar AS ke system perbankan untuk meredam gejolak bursa saham.
Perusahaan AS – Countrywide Financial Co,juga membiayai perumahan,kekurangan dana.
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

Senin 22 Oktober 2007
BLACK MONDAY Part II…
Pasar Saham Berantakan demikian headline di Harian Kompas.
Pasar sham sedunia kembali mengalami tekanan jual besar-besaran.Semua indeks harga saham rontok karena pelaku pasar pesimistis terhadap prospek negative ekonomi Amerika Serikat.
Persoalan kredit,pasar perumahan masih menyisakan kekhawatiran investor di AS,terutama setelah keluarnya laporan keuangan emiten yang dinilai mengecewakan oleh para investor.

Keruntuhan pasar saham diseluruh dunia merupakan respon terhadap kejatuhan indeks Dow Jones Industrial Average sampai 2,64 persen,Jum at pekan lalu.
Ketika  perdagangan dibuka hari Senis (22-10) waktu setempat atau Senin malam waktu Jakarta,harga saham di bursa Amerika Serikat yang dikenal dengan sebutan Wall Street masih turun meski tekanan jual mulai mereda.
Penrunan harga minyak dunia ke level 87,55 dollar AS per barrel untuk minyak light sweet kontrak November tidak berhasil mengangkat pasar.

Indeks Hang Seng Hongkong kemarin turun 3,7 persen terbesar sejak April 2000
Di pasar Eropa beberapa indeks acuan seperti FTSE London ditutup turun 1,05 persen.

Wall Street terus mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan kemarin karena sentiment negative dalam suasana pelaku pasar memperingati kejatuhan bursa 20 tahun lalu yang dikenal dengan “Black Monday”( Part I).

Kondisi Bursa Saham diberbagai belahan dunia:
Tokyo-Nikkei                        turun  2,24  (%)
Hongkong Hang Seng           turun   3,70
Sydney-S4P/ASX 200            turun   1,92
Kolombo-semua saham         turun   0,47
Kuala Lumpur-KLCI               turun   1,41
Manila-PSE                           turun   3,98
Seoul-Kospi                          turun   3,36
Shanghai-Composite             turun   2,59
Singapura-Straits Times         turun   2,81
Taipei indeks                        turun   2,61
Vietnam-VN Indeks               turun   1,03
Indonesia-IHSG               turun   4,31
Indonesia-Kompas100          turun    4,52
Indonesia-LQ45                   turun    4,91

Dana Moneter International(IMF) pekan lalu menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen,walaupun pertumbuhan tahun ini tetap seperti semula,5,2 persen.
Saham unggulan yang dinilai mengalami penurunan prospek sampai akhir tahun dibuang investor.”Mereka memburu portfolio lain yang lebih aman,seperti oblogasi pemerintah AS,karena melihat prospek pertumbuhannya membaik”kata Kazuhiro Takahashi,kepala Analis Saham Daiwa Securities SMBC.
(Sumber:Pasar Saham Berantakan,Kompas 23-10-2007)

24 Oktober 2007
Merrill Lynch & Co merugi 23 milyar dollar AS,pertama kali dalam 6 tahun terakhir
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

14 November 2007
HSBC rugi 3,7 milliar dollar AS,kuartal III,2007
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

12 Desember 2007
FED dan beberapa Bank Santral dunia bertindak untuk mengatasi gejolak pasar uang dengan menyuntikkan dana.
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)










                             



-------------------------







6. Crash 2008
CRASH 2008
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

15 Januari 2008
Citigroup,bank terbesar AS,merugi 10 milliar dollar AS di akhir 2007.Kerugian terbesar akibat jatuhnya sektur perumahan di AS
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

17 Januari 2008
Merryll Lynch melaporkan kerugian hampir 10 milliar dollar AS juga akibat hancurnya sector perumahan di AS.
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)



18 Januari 2008
Presiden George W Bush mengumumkan stimulus ekonomi sebesar 140 milliar dollar AS untuk mendongkrak aktivitas ekonomi AS
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

22 Januari 2008
Indeks saham diberbagai bursa di seluruh dunia kembali anjlok pada penutupan,Selasa 22/1/2008,akibat kekhawatiran terjadinya resesi global.Para investor pesimis dengan rencana stimulus baru yang dikeluarkan pemerintah AS untuk mencegah resesi.
Bursa saham di London,Paris,Madrid dan Frankfurt mengalami kejatuhan terbesar dalam satu hari sejak serangan teroris pada 11 September 2001 di New York.
Pada Penutupan Senin ;
indeks FTSE 100 London turun 5,48 persen menjadi 5.578,20
indeks Paris CAC 40 turun 6,83 persen menjadi 4.744,15
indeks Frankfurt DAX merosot 7,54 persen menjadi 6.790,19
Anjloknya indeks saham di Eropa diikuti merosotnya saham di pasar Amerika Latin.
Bursa di Sao Paulo,terbesar di kawasan Amerika Latin,ditutup turun 6,0 persen.
Di Buenos Aires,indeks turun 4,64 persen
Di Meksiko turun 4,77 persen

Kegugupan di pasar Eropa dan Amerika Latin dipicu oleh merosotnya indeks di pasar Asia.
Indeks Nikkei 225 di Tokyo ditutup melemah 3,86 persen,terendah sejak Oktober 2005,menjadi 13.325,94
Indeks Hongkong Hang Seng juga turun 5,5 persen menjadi 2.818,86
Indeks Shanghai Composite di China turun 5,1 persen
Dan India merosot 7,4 persen.

Indeks saham industri Dow Jones telah turun 546 poin atau 4,5 persen,Jumat pekan lalu
Pasar bereaksi atas rencana Presiden George Walker Bush yang diumumkan hari jumat pekan lalu untuk mencegah resesi.Kebijakan itu,yang memerlukan persetujuan Kongres,membutuhkan dana 145 miliar dollar AS untuk pemotongan pajak guna mendorong belanja konsumen.
Bush Sabtu WIB mengatakan rencananya itu akan bernilai sekitar satu persen dari produk domestic bruto AS dan menawarkan pemotongan pajak,insentif untuk bisnis dan langkah-langkah lain yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Menurut Najeeb Jarhom,kepala penelitian ritel di Fraser Securities,Singapura,paket kebijakan Bush dinilai terlambat dan tidak cukup kuat untuk memberikan dampak.”Sepertinya AS tengah menuju resesi atau barangkali sudah mengalami resesi,jika melihat datanya”kata Jarhom.Resesi adalah pertumbuhan negative dalam dua kuartal berturut-turut.
Para pedagang di bursa saham berharap ada kejutan dalam kebijakan Bush,terutama soal cara menyelamatkan pasar perumahan yang tengah didera krisis.Perekonomian AS terpukul oleh kenaikan kredit beresiko tinggi sector perumahan(subprime mortgage).
Direktur Eksekutif Dana Moneter International(IMF) Dominique Strauss-Kahn menyebutkan situasi pasar global serius dan pasar seluruh dunia merespons skeptis terhadap rencana rencana stimulus AS.Dia menekankan bahwa resesi AS bisa mempengaruhi perekonomian dunia.
Menurut David Cohen,Direktur Asian Economic Forecasting pada Action Economics di Singgapura,orang-orang benar-benar gugup mengenai potensi resesi ekonomi AS yang bisa meluap ke seluruh dunia.
Sejumlah analis memperkirakan Asia tidak akan terlalu terpengaruh resesi AS karena peningkatan perdagangan dan investasi di Asia yang membuat kawasan ini tidak terlalu bergantung pada AS,seperti dimasa lampau.Tanpa menghitung Jepang,43 persen ekspor Negara Asia bertujuan ke Negara Asia lainnya.
“China dan India mewakili persentase terbesar perdagangan dunia dibandingkan beberapa tahun lalu”kata Cohen.
Jepang kemungkinan menjadi pihak paling menderita akibat pelemahan pertumbuhan ekonomi AS.

Harga minyak dunia
Menyusul turunnya indeks saham diberbagai bursa di dunia,harga minyak turun 2 dollar AS menjadi 89 dollar AS per barrel,Senin.Di AS,harga minyak mentah turun 1,88 dollar AS menjadi 88,69 dollar AS,level terendah  sejak 11 Desember 2007.
Di London,harga minyak mentah Brent North Sea turun 1,61 dollar AS menjadi 87,62 dollar AS per barrel.”Perlemahan ekonomi mendominasi sentiment hari ini”kata ony Machacek pada Bache Commodities.
meskipun harga minyak turun AS masih cemas mengenai dampak penurunan harga minyak terhadap perekonomiannya.Menteri Energi AS Sam Bodman,senin di Abu Dhabi,kembali mengulangi permintaan lebih banyak minyak dari pengekspor utama Arab Saudi guna menurunkan harga minyak lebih jauh.OPEC belum merespons permintaan AS.OPEC menyatakan tingginya harga minyak dunia tidak disebabkan kurangnya persediaan.
(Sumber:Bursa Saham Dunia Anjlog,Kompas 22-1-2008)

24 Januari 2008
Dow Jones Indeks naik setelah FED (Bank Sentral AS) menurunkan suku bunga menjadi 3,5%,terendah sejak September 2005
(Sumber:Pelaku Pasar;Soros:Atur Ketat Pasar Uang Global,Kompas 27-1-2008)

17 Maret 2008,

Warren Buffet ;Investor=Tahu Prospectus+Jangka Panjang +Sabar
Usia 6 tahun anak kedua dari tiga bersaudara ini membeli enam Coca Cola dari toko kakeknya seharga 24 sen.Dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman itu dengan harga nikel dan mendapat untung sebesar 5 sen.

Pada usia 11 tahun,membeli tiga unit saham Cities Service Prefered seharga 38 dollar persaham untuk dia dan kakaknya Doris.Tak lama setelah membeli saham itu,harganya melorot menjadi 27 dollar per saham.Dengan sabar menunggu hingga harga saham menjadi 40 dollar,lalu menjualnya.Ternyata datang penyesalan,karena akhirnya saham Cities Service Preferred menjadi 200 dollar per saham.Peristiwa ini membawa pesan penting bagi dia dalam berinvestasi:BERSABARLAH!

Tahun 1962 membeli saham Berkshire,dia lalu menjadi pemegang saham pengendali tahun 1965.Dia lalu membeli perusahaan asuransi dan dengan cerdik menginvestasikan cadangan kas perusahaan itu.Kemudian Berkshire menginvestasikan uangnya pada perusahaan asuransi seperti GEICO dan General Re,perhiasan Borsheim,perusahaan makanan Diary Queen,dan perusahaan permen See’s Candies.Perusahaan itu juga menjadi pemegang saham bukan pengendali pada Anheuser-Busch,Coca Cola dan Wells Fargo.

Strateginya sederhana.Dia hanya mau berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bisnisnya dia kenal dengan baik.Tak mau dipusingkan oleh rumor yang setiap hari berseliweran dikalangan para investor saham.Dia Focus pada saham berharga murah tapi punya kesempatan berkembang.Saat akan beli saham,hal yang dia lihat adalah apakah cerobong asap perusahaan masih mengepul.Ini adalah salah satu indicator baginya,bahwa perusahaan itu benar-benar eksis dan operasional.PROSPECTUS,PENTING!
Baginya analisa fundamental jauh lebih utama.Acuannya adalah buku karangan Ben Graham berjudul Intelligent Investor.Ben Graham menulis,berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar,bukan terpaku pada detail-detail teknis dalam bentuk table,rumus,grafis,analisis technical.

Saham Berkshire Hathaway yang dibelinya tahun 1962 dengan harga 8 dollar per sahamnya,tahun 2008 saham tersebut telah menjadi 150.000 dollar per saham.
Setelah 46 tahun!Investasi=JANGKA PANJANG.

Memang,kiat-kiatnya dimungkinkan untuk mencapai keberhasilannya saat ini  ada kaitannya dengan system yang kuat .Artinya,dalam bursa itu pengawas harus kuat dan emiten(perusahaan penerbit saham) harus jujur.

Orang ini,Warren Buffet,investor kawakan,oleh majalah Forbes baru saja dinobatkan menjadi orang terkaya di jagat ini menggantikan Bill Gates dengan total kekayaan 62 milyar dollar AS atau setara dengan Rp.570 triliun.
(Sumber:Buffet,Kaya karena Sabar dan Telaten,Kompas)




Black Monday  Part III…
Senin 15 September 2008
New York,Senin 15 September 2008,Wall Street kembali dilanda “badai” keuangan.Setelah dihantam kredit perumahan berisiko tinggi(subprime mortgage),Perusahaan sekuritas terbesar ke empat di Amerika Serikat,Lehman Brothers,tidak dapat memikul kerugian besar akibat subprime mortgage dan menderita kebangkrutan.
Krisis subprime mortgage AS kembali menelan korban.Setelah Bear Stearns,Nothern Rock,fannie Mae,dan Freddie Mac,kini giliran Lehman Brothers yang terpaksa meminta perlindungan kebangkrutan menurut pasal 11(Chapter 11),diajukan Senin 15/9/2008)
Keadaan yang dihadapi Lehman saat ini agak berbeda dari enam bulan lalu saat Bear Stearns kolaps.Pada kasus Lehman sekarang ini,pasar financial telah bersiap menghadapi masa krisis yang lebih panjang dan persiapan yang lebih matang pula.
Bank investasi juga telah diijinkan mendapatkan pinjaman darurat langsung dari The Fed.Bank sentral memberikan akses yang sama ke perusahaan sekuritas seperti akses yang diterima perbankan.Dukungan khusus seperti ini tidak didapatkan pada Maret lalu ketika Bear Stearns terlilit kesulitan.
(Sumber:Lehman Brothers Bangkrut-Kompas 16 September 2008)






Rabu 17 September 2008
(Sumber:Bursa Dunia Rontok;IHSG Ikut Terpuruk,Suara Merdeka 6 September 2008)

(Sumber:IHSG dan Bayang-bayang Kemelut Bursa Global,Kompas 17 September 2008)


Warren Buffett:
Selalu gunakan akal pikiran Anda.Sadarilah,bertindak berdasarkan emosi akan membunuh portfolio Anda”
(Sumber:Lehman Menggoyang Dunia-Kompas 17 September 2008
              IHSG dan Bayang-bayang Kemelut Bursa Global-Kompas 17 September 2008)

Kronologis Krisis “Subrime Mortgage”AS
2001
“Subrime Mortgage”AS dimulai tahun 2001 saat AS memasuki rezim penurunan suku bunga.Penurunan suku bunga membuat cicilan KPR menjadi ringan.

Agustus 2007
Krisis perumahan AS awalnya dipicu oleh macetnya kredit para debitur dengan profil gagal bayar tinggi(“subrime mortgage”).Debitur yang macet diperkirakan mencapai 2,2 juta dari 204 juta pemilik rumah di AS.

12 Agustus 2007
Bank terbesar Perancis,BNP Paribas,menyatakan menyetop operasi tiga unit”fund”(kumpulan dana investasi)miliknya yang merugi akibat berinvestasi  pada surat berharga berbasis kredit perumahan “subrime mortgage di AS

15 Oktober 2007
Perusahaan sekuritas terbesar Jepang,Nomura Holding Inc,mengumumkan keputusan keluar dari pasar surat berharga kredit perumahan dengan nasabah beresiko tinggi Amerika Serikat.Perusahaan ini memperkirakan kerugian sebelum pajak sampai 60 milliar yen(511 juta dollar AS)pada kuartal kedua.

7 November 2007     
Para investor di bursa saham kawasan Asia mejual portfolionya sehingga menyebabkan indeks harga saham berguguran.

9 November 2007
Gubernur Bank Central Amerika Serikat Ben Bernanke mengatakan,perekonomian AS akan melemah pada kuartal ke empat serta tekanan inflasi yang semakin besar.

15 januari 2008
Merrill Lynch menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan tiga investor asing untuk mendapatkan dana sebesar 6,6 milliar dollar AS.Sebelumnya sudah mendapat suntikan dana sebesar 5 milliar dollar AS dari Temasek holding Singapura serta 1,2 milliar dollar AS dari Davis Selected Advisers.Merrill Lynch merugi karena penurunan asset surat berharga berbasis “subprime mortgage”.Firma keuangan besar dan bank lainnya,seperti Citibank,UBS,dan JP Morgan,sudah bealih sahamnya ketangan investor dari Asia dan Timur Tengah setelah merugi karena“subprime mortgage”.

22 Januari 2008
The Federal Reserve melakukan tindakan memangkas tingkat suku bunga utama sebesar 75 basis point menjadi 3,5 persen.

18 Februari 2008
Saham-saham perbankan Australia dan perusahaan asuransi Jepang berjatuhan.Saham Aioi Insurance Co(perusahaan asuransi jepang)juga anjlog 6,8 persen menjadi 439 yen per lembar.Hal ini karena Aioi mengalami kerugian 740 juta dollar AS dari bisnisnya terkait kucuran kredit ke sector perumahan di AS.

14 Maret 2008
JP Morgan menyatakan akan membeli firma keuangan Bear Stearns sebesar 236,2 juta dollar AS atau hanya 2 dollar AS per lembar saham.Jumlah ini lebih kecil daripada harga saham nya di pasar sebesar 3,54 milliar dollar AS.Pembelian ini dalam rangkamenyelamatkan bank investasi terbesardunia itu.Bear Stearns terjerumus dalam kerugian besar di sector perumahan AS.

13 Juli 2008
Fannie Maedan Freddy Mac,dua perusahaan besar yang menyediakan kredit perumahan di Amerika Serikat,bangkrut karena warga AS sedang tidak mampu membayar cicilan kredit perumahan,Bursa saham di AS dan dunia jatuh.

4 Agustus 2008
Pasar saham Eropa melemah,demikian pula dengan pasar saham di Asia.Penurunan ini terjadi,antara lain,karena pengumuman bank terbesar Eropa,HSBC,yang mengalami penurunan laba secara drastis,terkait dengan krisis kredit sector perumahan di AS.


15 September 2008
Perusahaan keuangan raksasa Amerika Serikat terus berguguran.Perusahaan sekuritas nomor empat AS,Lehman Brothers,menyatakan diri bangkrut sementara Merrill Lynch siap diakuisisi Bank of America,Perusahaan Asuransi American International Group(AIG)putus asa mencari modal .Kebangkrutan Lehman membuat indeks pasar saham di Asia,Eropa,dan AS langsung turun.Krisis berkepanjangan ini membuat investor menjauhi saham-saham perbankan.
(Sumber:AS Sakit,Semua Sakit-Kompas 19 September 2008)

Minggu 19 September 2008
Richard Severin Fuld Jr,sering disapa dengan Dick Fuld,CEO Lehman Brothers,merupakan salah seorang yang dianggap bertanggung jawab atas kebangkrutan bank investasi terbesar keempat di Wall Street,New York,AS,itu.
(Sumber:Kejahatan Kerah Putih:Fuld “Si Gorila”,Penggembos Lehman-Kompas)

Minggu 28 September 2008
Krisis Keuangan Global;WASPADAI PRODUK INVESTASI ASING
Di Indonesia,Citibank misalnya,dipersepsikan sebagai jaminan mutu,ditengah rimba kegelapan,akibat minimnya pengetahuan warga kaya soal keamanan investasi.Postulat ini telah gugur,setidaknya untuk sementara dan setidaknya dimata sejumlah nasabah Citibank yang termakan “rayuan” untuk membeli surat-surat berharga terbitan Lehman Brothers.
Tigor M Siahaan,Direktur Pelaksana dan Manager Bisnis Citibank Indonesia,mengatakan
Citibank bukan penjamin,tetapi hanya sebagai penjual produk Lehman.
Kedepan,penyandaran kepercayaan yang didasarkan pada citra tidak bisa dilakukan lagi tanpa reserve.Bukti sudah banyak,citra,brand tidak lagi bisa dipakai secara membabi buta.UBS,Societe Generale,Lehman Brothers,AIG,Merrill Lynch,terbukti terjebak dalam investasi di sector perumahan Amerika Serikat.
Nama-nama besar itu,kampiun keuangan dunia,tidak lagi bisa dipercayai begitu saja.
(Sumber:Waspadai Produk Investasi Asing-Kompas 28 September 2008)


Sabtu, 4 Oktober 2008 
DPR AS(House of Representatives),Washington,Jumat 3 Oktober 2008,menyetujui rancangan undang-undang(RUU)paket dana talangan sebesar 700 milyar dollar AS.
(Sumber:Kongres Setujui RUU-Kompas 4 Oktober 2008)



Kamis, 9 Oktober 2008
Nuansa kepasrahan tercuat dari pernyataan para pemimpin negara terkaya di dunia.Upaya pengguyuran dana ke pasar oleh sejumlah bank sentral tak mampu meredakan kegelisahan pasar.Kini harapan ada pada China untuk menolong.
(Sumber:Peran China Dinantikan untuk Mengatasi Krisis-Kompas 9 Oktober 2008)

Jumat,10 Oktober 2008
Produk bernama CDS(Credit Default Swap) Picu Kepanikan
(Sumber:Kompas 10 Oktober 2008)

Selasa,28 Oktober 2008
Langkah Penyelamatan Berlanjut;G7 Betemu untuk stabilkan Kurs
(Sumber:Kompas 28 Oktober 2008)


Selasa,16 Desember 2008
PENIPUAN Di Wall Street MELUAS
Korbannya termasuk HSBC Holdings PLC
Korban penipuan keuangan di Wall Street semakin meluas dan isunya semakin merebak.Korban-korbannya antara lain warga superkaya dunia,para pensiunan,dan yayasan karitas.

Mereka adalah korban “skema Ponzi” yang dijalankan mantan Ketua Nasdaq,Bernard L Madoff.Skema investasi ini menawarkan keuntungan tinggi kepada investor.Namun keuntungan itu dibayar dari dana investor yang menyusul masuk belakangan,bukan keuntungan dari hasil investasi di bursa.
(Sumber:Penipuan di Wall Street Meluas,Kompas 16 Desember 2008)

Rabu,17 Desember 2008
Sistem Keuangan AS Disorot Lagi;Direktur IMF Kaget Skandal Madoff Bisa Lolos
Skandal penipuan senilai 50 milliar dollar AS di Wall Street kembali mencuatkan lemahnya pengawasan sector keuangan di AS.Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn di Paris,Selasa (16/12) mengatakan kaget luar biasa.Kahn tidak habis pikir penipuan terbesar sepanjang sejarah ini bisa lolos.
Bernard Madoff,mantan ketua Nasdaq,bursa untuk perusahaan technology,menjadi tokoh sentral dari skandal tersebut.Pada awalnya,Madoff menghimpun dana investasi sebesar 17 milliar dollar AS.Dana ini dikelola lewat perusahaan Madoff Investmen Securities dan dikembang biakkan menjadi 50 milliar dollar AS.Namun, semua dana investasi itu mendadak hilang tanpa penjelasan.
(Sumber:Sistem Keuangan AS Disorot Lagi,Kompas 17 Desember 2008)


Pengaruh bagi Indonesia:
Penurunan Pertumbuhan ekonomi dari yang ditargetkan pemerintah 7% tahun 2008,karena penurunan eksport(tujuan terbesar ke Amerika Serikat). Pemutusan Hubungan Kerja meningkat.Pengangguran,Inflasi berpotensi Meningkat .

IHSG yang pada 9 Januari 2008 menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah bursa Indonesia yaitu 2.830,26 pada perdagangan 15 September 2008 terpuruk ke level 1.719,25 poin(-36,45%)
(Sumber:Hikmah Krisis Keuangan AS atas Bursa Domestik,Kompas 4 Oktober 2008)



No comments: