Thursday, May 22, 2008

CRASH 1997 - 23 OKTOBER 1997 KRISIS MONETER INDONESIA-ASEAN



Crash 1997
Kilas Balik KRISIS 1997
Tanggal 7 Juli 1994 pada saat membuka Konferensi Tahunan Keuangan Pasar Modal Wilayah Pasifik ke 6 serta Pameran Pasar Modal Indonesia 1994 di Jakarta Convention Center,Presiden Suharto menyatakan bahwa Pasar Modal akan didorong agar berkembang lebih cepat.Ini karena kondisi,struktur dan perkembangan ekonomi Indonesia 25 tahun kedepan yang berbeda dengan kondisi,struktur ekonomi Indonesia 25 tahun yang lalu.
Hal lain yang menjadi dasar pemikiran adalah data perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta(BEJ) dari tahun ke tahun menunjukkan gambaran meningkat.Tahun 1990 rata-rata transaksi perhari baru berjumlah Rp. 30 milyar.Tiga tahun kemudian nilai transaksi per hari naik menjadi Rp. 77,6 milyar yang berarti peningkatan lebih dari 37 % setahun.Untuk nilai kapitalisasi pasar meningkat 558 persen dari Rp. 12,4 trilyun pada akhir 1990 menjadi sebesar Rp. 69,3 trilyun pada akhir tahun 1993.Jumlah perusahaan yang tercatat di bursa juga terus meningkat.
(Sumber:Presiden Soeharto:Pasar Modal akan Didorong agar Berkembang Lebih Cepat,Kompas 8 Juli 1994)

Krisis 1997
Kamis 23 Oktober 1997 bursa saham Hongkong jatuh akibat gejolak financial Asia Tenggara.Ini mengguncang pula pasar saham seluruh dunia. Dollar Hongkong satu-satunya mata uang Asia yang masih dipatok terhadap nilai Dollar AS.Jatuhnya mata uang Negara-negara tetangga membuat para spekulan berani bertaruh:Hongkong akan mendevaluasikan dollarnya.Otoritas moneter Hongkong turun tangan dan menjual Dollar AS untuk menyelamatkan Dollar Hongkong.Selain itu mereka juga memperketat kredit murah perbankan.Ini memicu melonjaknya suku bunga.
Bursa Hang Seng ,harga saham anjlog 1.211,5 pada penutupan perdagangan kamis.
Turun 10,4%.Dan dalam pekan ini saja indeks tercatat merosot 23 persen dipicu kekhawatiran terhadap kemungkinan bakal terdevaluasinya dollar Hongkong ditengah tekanan yang semakin luas para spekulan terhadap mata uang-mata uang Asia.

Spekulan Mata Uang:Meminjam Dollar Hongkong dan menjualnya untuk ditukarkan dengan Dollar AS atau mata uang lain dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga lebih rendah dan diperoleh untung sementara bisa tetap mengembalikan utang awalnya.
Di Asia sendiri perkembangan yang terjadi di Hongkong masih menunjukkan penurunan meski kemudian bursa Hongkong diberitakan pulih.
Menjelang penutupan,Indeks Hang Seng dilaporkan naik secara cepat 441,29 poin atau 4,23 persen ke level 10.867,59 setelah pagi harinya sempat anjlog 199 poin.

Bursa saham mulai dari Eropa hingga New York dan Amerika Selatan dilaporkan mengalami anjlog.



Indeks rata-rata saham industri Dow Jones turun tajam 186,88 poin atau 2,32 persen menjadi 7.847,77 .Nasdaq turun 36,83 poin atau 2,2 persen ke 1.671,25
Indeks Dow Jones ini turun menyusul komentar Menkeu Robert Rubin yang membantah kemungkinan dampak jangka panjang dari krisis Asia Tenggara terhadap sector financial AS,mengingat fundamental perekonomian AS yang kuat.
Di Eropa kondisinya lebih buruk lagi.Indeks 100 saham FTSE bursa London yang terkait dengan Hongkong-terutama dengan kuatnya keberadaan perusahaan Inggris di Asia-turun 3,06 persen.
Indeks CAC Paris juga turun 3,42 persen ,sementara Frankfurt turun 4,66 persen,Zurich 2,45 persen ,Madrid 2,48 persen serta Bussels 2,65 persen atau penurunan tajam dalam satu setengah tahun terakhir.
Di Sao Paulo Brasil anjlog 8,15 persen.Meksiko 4,46 persen dan Buenos Aires,Argentina 4,66 persen.Parafund manager dilaporkan menarik diri dari saham-saham Amerika Latin untuk bisa menutup kerugian yang mereka alami di pasar Asia.
.
Di Jepang indeks Nikkei untuk 225 saham unggulan Tokyo yang turun lebih 3 persen hari kamis ,jum at pagi turun lagi hingga di bawah level kunci 17.000.Menjelang tengah hari Nikkei turun 87,81 poin atau 0,51 persen ke level 17.063,74 dan sempat mencapai 16.863,54 atau titik terendah sejak 14 Agustus 1995.

Eropa:Aksi jual saham Hongkong mengguncang seluruh Eropa.Suku bunga dibekas koloni Inggris itu memicu aksi jual panic karena para pedagang kehilangan kepercayaan dan menarik uangnya dari saham-saham di Hongkong.

Amerika Serikat:Para pedagang menjual saham perusahaan perusahaan teknologi,penerbangan dan usaha lain yang terkait dengan Asia.Para investor seluruh dunia mentransfer dana mereka dari saham-saham di Hongkong ke obligasi Pemerintah Amerika Serikat(Treasury Bond)yang mengalami pelonjakan harga.
(Sumber:Bursa Saham Seluruh Dunia Ikut Anjlog,Kompas 25 Oktober 1997
            Harga Saham Berjatuhan ,Kompas 29 Oktober 1997)

Guncangan moneter yang dimulai di Asia Tenggara=ASEAN ini ditenggarai oleh PM Malaysia ,Mahathir Mohamad dalam pernyataanya di Kuala Lumpur tanggal 21/7 97(kompas 23/7/97) disebabkan adanya Kelompok Keuangan International yang menentang masuknya Myanmar dalam ASEAN.Guncangan yang merembet ke mata uang negara –negara Asia Pasifik melejitkan nama George Soros pria berdarah Yahudi kelahiran Budapest,Hongaria,sebagai sosok utama dan tokoh spekulan internasional yang ada dibalik badai mega spekulan yang terjadi pada mata uang  negara-negara ASEAN.
(Sumber:Kelompok Keuangan International dibelakang Turunnya Mata Uang ASEAN,Kompas 23-7-1997)

Indonesia:
IHSG:
22-7-1997 IHSG ditutup pada level  712,402 poin anjlog 11,598 poin(1,6 %)
                   Dibanding indeks penutupan pekan sebelumnya yaitu  724,000 poin
(Sumber: Pasar Saham Terseret Pasar Uang demikian judul Kompas22-7-1997). .

15-12-1997 IHSG ditutup pada level 339,536 poin anjlog 26,317 poin (7,19%),terendah sejak tahun 1989
(Sumber :Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)



Rupiah:

30 Juni 1997          Kurs 1 US $ = Rp.  2.431

14 Agustus 1997  Pemerintah menetapkan kebijakan moneter: FLOATING RATE-FLEXIBLE RATE .
1 US$ terhadap Rph dibiarkan Fleksible ditentukan sendiri oleh kekuatan pasar.BI melihat frekwensi intervensi yang semakin meningkat akhirnya BI melepas kurs intervensi.
(Sumber :Kurs Rupiah Fleksibel,Kompas 15-8-1997)

 06 Oktober 1997    Kurs 1 US$ = Rp. 3.785
(Sumber :Dollar AS Dekati Rp. 4.000,Kompas 7-10-1997)

1-11-1997 IMF mengumumkan Paket Bantuan 23 Milyard Dollar untuk stabilkan system keuangan Indonesia
(Sumber :Bantuan Paket IMF 23 Milyar Dollar AS,Kompas 1-11-1997)

Dampak dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank.
(Sumber: Pemerintah Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)

3 November 1997   Kurs 1 US$ = Rp. 3.240 (menguat (9%) dibanding pembukaan 1 US$=Rp. 3.540-3.555
(Sumber :Rupiah Menguat,Kompas 4-11-1997)

15 Desember 1997 Kurs 1 US$     = Rp. 5.750,-
(Sumber :Rupiah Kemarin Melunglai,Kompas 16-12-1997)

8 Januari 1998        Kurs 1 US$    = Rp. 10.000,-
(Sumber :IMF pun Ikut Berbicara,Kompas 9-1-1998)

27 Januari 1998      Kurs 1 US$ = Rp.10.000,-
Kurs Rupiah menguat setelah Senin 26-1-1998 Kurs 1 US$               = Rp.16.500,- dan Selasa pagi 27/1/1998 sempat dibuka dengan  Kurs 1 US$ = Rp. 14.000
(Sumber :Kurs Rupiah Menguat,Kompas 28-1-1998)

Dampak dari Krisis Moneter ini adalah segera diikuti dengan Krisis Perbankan Nasional.Dimulai dengan di likuidasinya 16 bank,Bank Beku Operasi(BBO),Bank Take Over(BTO)diambil alih pemerintah melalui program Rekapitulasi,Merger antar bank hingga Divestasi(pemerintah menjual bank rekap ke investor baru)
(Sumber: Pemerintah Tutup 16 Bank,Kompas 2 November 1997)

2-4-1998 :7 Bank Beku Operasi(BBO),7 Bank masuk Pengawasan
(Sumber: Pembekuan Bank ,Gatra 11 April 1998)

21-8-1998:4 Bank pemerintah di Merger,3 Bank Beku Operasi,4 Bank Swasta kepemilikannya diambil alih pemerintah
(Sumber:Empat Bank pemerintah di Merger,Tiga Bank Swasta Dibekukan,Kompas 22-8-1998)

20-3-1999:38 Bank Dicabut Ijinnya,7 Bank diambil alih Pemerintah,9 Bank ikut program Repitulasi
(Sumber:Deking Politik?Tempo 16-22 Maret 1999
             Jempol Habibie,Beban Rakyat -Tempo 16-22 Maret 1999
             Akhirny,a Gus… -Tempo 16-22 Maret 1999
             Siapa Makan Nangka,Siapa Kena Getah- Tempo 16-22 Maret 1999)




































































Read this doc on Scribd: KRISIS 1997

No comments: